
Sumsel masih perlu lakukan hujan buatan

....Hujan buatan masih perlu karena kabut asap belum hilang dan hujannya belum sampai pada musimnya....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan Yulizar Dinoto menyatakan, hujan buatan masih perlu dilakukan di wilayah tersebut, walaupun hujan alami mulai turun pada Oktober ini.
"Hujan buatan masih perlu karena kabut asap belum hilang dan hujannya belum sampai pada musimnya, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto kepada ANTARA di Palembang, Sabtu.
Kabut asap cukup pekat dampak musim kemarau yang menyelimuti udara Kota Palembang dan beberapa wilayah Sumsel lainnya, sekarang ini belum hilang sehingga perlu dilakukan hujan buatan agar gangguan terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat tidak semakin parah, kata dia.
Menurut dia, rencananya pelepasan pesawat tim hujan buatan akan dilakukan pada Minggu (7/10) siang di Bandara Udara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
"Besok (Minggu, 7/10) jam satu kita mulai rutin melakukan hujan buatan sampai benar aman menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)," ujar Yulizar.
Kegiatan hujan buatan tersebut tidak hanya dilakukan di Sumsel tetapi juga dilakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Hujan buatan dilakukan untuk memadamkan titik api yang terpantau melalui satelit masih cukup banyak di wilayah Sumsel.
Untuk memadamkan titik api penyebab kabut asap yang mengganggu berbagai aktivitas masyarakat dan menyebabkan banyak warga yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebelumnya BPBD yang dibantu sejumlah elemen masyarakat seperti Taruna Siaga Bencana dan petugas Dinas Kehutanan Sumsel melakukan operasi darat atau turun ke hutan dan lahan perkebunan yang mengalami kebakaran, kata Yulizar menambahkan. (ANT/Y009)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
