
Perajin sulam 'kelengkan' kesulitan modal

....Sulam kelengkan merupakan salah satu kerajinan asli warisan Kesultanan Palembang Darussalam dan hanya keluarga mereka yang memproduksi....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Perajin sulam 'kelengkan' yang merupakan kerajinan asli Palembang, Sumatera Selatan kesulitan modal karena sampai kini belum mendapat perhatian pemerintah.
Cek Ita (31) perajin sulam kelengkan di Palembang, Jumat, mengatakan, sejak fokus memproduksi sulam kelengkan tahun 2005 sampai kini mereka belum pernah mendapat bantuan dari pihak manapun termasuk pemerintah.
Padahal untuk menyulam lima lembar kerudung haji atau pengantin saja mereka membutuhkan dana sekitar Rp10 juta.
Ia menjelaskan, sulam kelengkan merupakan salah satu kerajinan asli warisan Kesultanan Palembang Darussalam dan hanya keluarga mereka yang memproduksi.
Namun sampai kini belum ada yang memperhatikan usaha mereka melestarikan kerajinan khas tersebut termasuk pemkot atau pemprov setempat.
Menurut dia, untuk membuat sebuah kerudung segi empat mereka membutuhkan modal yang cukup besar karena bahan sulaman tersebut berasal dari benang yang disepuh emas atau perak asli.
Karena terbatas modal kini mereka hanya melayani pesanan yang sebagian besar berasal dari warga Ogan Komering Ilir dan KBIH di kota pempek.
Dia mengatakan, menyulam kelengkan tersebut awalnya rumit tetapi setelah ditekuni kini bisa menghasilkan selembar kerudung dengan motif bunga emas atau perak paling lambat membutuhkan waktu seminggu.
Kerudung yang dipesan itu biasanya digunakan untuk jamaah haji atau pengantin perempuan.
Cek Ita menambahkan, selain sulam kerudung, kelengkan juga digunakan untuk busana pengantin atau perlengkapan perayaan bayi berupa sarung bantal, selimut dan tutup kepala.
Akibat kekurangan modal kini mereka terpaksa hanya memproduksi kerudung atau busana pengantin bersulam kelengkan ketika ada pesanan saja.
Padahal sulam kelengkan asli Palembang tersebut telah diminati oleh Negeri Selangor Malaysia.
Perwakilan negeri jiran tersebut pernah datang dan mengajak mereka mengajari warga Negeri Selangor memproduksi sulam kelengkan tetapi sampai kini mereka belum mau karena masih mengharapkan perhatian pemerintah.
Apalagi, sulam kelengkan ini adalah asli Palembang dan warisan lelulur mereka yang wajib dilestarikan.
Sementara untuk membuat sulaman kelengkan itu memerlukan sejumlah tahapan mulai dari pemasakan emas sebelum menjadi pewarna benang sampai dengan proses sulam yang disebut pemidangan dengan teknik jarum tusuk dan ditarik.
Emas atau perak yang digunakan berbentuk kertas dan harus dimasak terlebih dahulu sebelum dijadikan pewarna dengan emas atau perak murni tersebut benang tidak akan luntur.
Ia mengatakan, harga kerudung atau pakaian kelengkan tersebut sangat tergantung dengan banyak tidaknya motif bunga yang digunakan dan lebar atau panjang kain dengan harga bervariasi Rp350.000 sampai Rp3 juta per lembar.
Kain yang digunakan untuk membuat kerudung kelengkan ini bisa berbahan sutera, sipon atau gas tergantung pesanan. (Nila)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
