Logo Header Antaranews Sumsel

Pasar saham utama Eropa goyah

Kamis, 4 Oktober 2012 00:17 WIB
Image Print
...Di pusat krisis Madrid, indeks IBEX 35 kehilangan 0,43 persen menjadi berdiri di 7.833,30 poin...

London (ANTARA Sumsel) - Pasar saham utama Eropa goyah pada Rabu, karena para pedagang gelisah di tengah memanasnya spekulasi tentang "bailout" (dana talangan) untuk Spanyol dan menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Pada penutupan perdagangan, indeks FTSE 100 perusahaan terkemuka di London adalah 0,28 persen lebih tinggi pada 5.825,81 poin, indeks DAX 30 di Frankfurt naik 0,22 persen menjadi 7.322,08 poin, sementara di Paris indeks CAC 40 turun 0,24 persen menjadi 3.406,02 poin.

Di pusat krisis Madrid, indeks IBEX 35 kehilangan 0,43 persen menjadi berdiri di 7.833,30 poin.

Pasar Asia juga diperdagangkan bervariasi (mixed), karena ketidakpastian dana talangan untuk Spanyol yang kesulitan membuat pedagang gelisah.

"Investor ragu-ragu dalam iklim yang tidak menentu, ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai Spanyol dan menunggu pertemuan ECB," kata Xavier de Villepion dari Global Equities.

Sementara saham AS bergerak lebih tinggi dalam perdagangan tengah hari Rabu, setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan pada sektor jasa dan perekrutan swasta untuk September.

Indeks pembelian manajer (PMI) industri jasa dari Institute for Supply Management menunjukkan sektor penting itu meningkatkan lajunya, tetapi menunjukkan bahwa perekrutan masih datar.

Laporan perekrutan pekerja sektor swasta dari perusahaan payrolls (pembayaran upah) ADP lebih baik dari yang diharapkan, meskipun pada 162.000 lapangan pekerjaan pada September masih turun 14 persen dari Agustus.

Saham unggulan (blue-chip) Dow Jones Industrial Average naik 0,28 persen, indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 0,50 persen, dan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 0,55 persen.

Dalam perdagangan valuta asing, euro merosot menjadi 1,2915 dolar dari 1,2920 dolar di New York pada akhir Selasa. Harga emas merosot menjadi 1.775,25 dolar AS per ounce di London Bullion Market dari 1.775,50 dolar AS pada Selasa.

Krisis utang zona euro terus membebani setelah Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, Selasa, mengatakan bahwa dia tidak berencana untuk meminta paket penyelamatan dalam waktu dekat meskipun keadaan keuangan negara mengerikan dan biaya pinjaman tinggi membahayakan.

"Rajoy mengesampingkan sebuah dana talangan segera untuk Spanyol kemarin malam, menempatkan rem pada kenaikan euro yang telah berlangsung di tengah ekspektasi Spanyol mencari bantuan secepatnya pekan ini," kata analis Currencies Direct, Alistair Cotton.

"Ini sangat mungkin bahwa Spanyol akan mengikuti Yunani, Portugal dan Irlandia dalam waktu dekat."

Spanyol, ekonomi terbesar keempat zona euro, diharuskan membuat
permintaan resmi untuk membantu memicu pelepasan dana penyelamatan zona euro dan mendukung tindakan dari Bank Sentral Eropa.

Analis memperkirakan Madrid secara resmi meminta bantuan dalam beberapa hari setelah pekan lalu meluncurkan penghematan anggaran yang secara luas dilihat sebagai pendahuluan untuk permintaan.

Dealer juga mengamati keputusan suku bunga mendatang pada Kamis dari Bank Sentral Eropa.

"Pertemuan ECB pada Kamis akan menjadi penting untuk euro dalam jangka pendek karena ketua ECB Mario Draghi kemungkinan akan menekan rincian lebih lanjut tentang rencana pembelian obligasi yang ia umumkan bulan lalu dan persyaratan apa yang akan dilampirkan pada dana talangan Spanyol," tambah Cotton.

Juga pada Rabu, Otoritas Perbankan Eropa (EBA) yang berbasis di London menerbitkan laporan akhir tentang pelaksanaan rencana peningkatan modal oleh bank-bank terbesar Uni Eropa.

EBA mengatakan, bank-bank besar Eropa menghimpun lebih dari 200 miliar euro (258 miliar dolar AS) modal segar antara Desember tahun lalu hingga Juni untuk meredam krisis keuangan masa depan.

Dikatakan bahwa 27 bank dengan yang semula kekurangan modal telah memperkuat posisi modal mereka sebesar 116 miliar euro dalam memenuhi persyaratan baru jumlah modal berkualitas atas menjadi 9,0 persen.

EBA telah melaporkan pada Desember 2011 di titik yang sangat penting dalam krisis zona euro, bahwa 27 bank memiliki kekurangan modal total 76 miliar euro.

Bank-bank harus memenuhi target baru pada akhir Juni.(ANT/AFP-Uu.SYS)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026