
Pemda mesti serius lestarikan "heritage"

....Pemerintah daerah mesti serius melestarikan "heritage" dengan mengajak perusahaan dan masyarakat berperan aktif dalam menjaga warisan kebudayaan itu....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah daerah mesti serius melestarikan "heritage" dengan mengajak perusahaan dan masyarakat berperan aktif dalam menjaga warisan kebudayaan itu.
Sejarawan dari Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, di Palembang, Rabu ketika menjadi narasumber Workshop Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia, mengatakan Pemda cenderung belum serius dalam melestarikan "heritage", terbukti banyak bangunan bersejarah yang dihancurkan dan warisan seni budaya serta kekayaan lain tidak dipertahankan.
Penghancuran bangunan tersebut menjadi salah satu bentuk ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap bukti sejarah yang menggambarkan peradaban masa lalu, dan dapat digunakan sebagai parameter perkembangan suatu wilayah.
Menurut dia, melibatkan masyarakat dan perusahaan akan menjadi salah satu solusi bagi pemerintah daerah untuk melestarikan aset bersejarah.
Namun, Pemda hendaknya terlebih dahulu mengalokasikan anggaran khusus untuk pelestarian "heritage" agar pihak swasta dan masyarakat juga turut berperan aktif.
Ia mencontohkan, Kota Palembang memiliki sejumlah "heritage" yang menjadi khas nan unik, seperti Kampung Kapiten dan Kampung Arab berada di tepian Sungai Musi.
Warisan lainnya, berupa motif songket, tarian dan budaya juga sangat beragam tetapi akibat belum seriusnya pelestariannya banyak yang sadar kekayaan itu setelah ada klaim-klaim dari pihak tertentu.
Dia menjelaskan, penjajakan kerja sama dalam hal pelestarian warisan bangsa ini harus terus dilakukan dengan mengajak orang-orang yang peduli, seperti perusahaan rokok ini.
"Jangan pernah ragu mengajak perusahaan karena banyak juga yang peduli terhadap kelestarian warisan bangsa," ujar dia.
Manager Area Marketing PT HM Sampoerna Palembang, Zainal Abadi menambahkan komitmen perusahaan mereka dalam mendorong pelestarian warisan bangsa, terus dilakukan dengan mengajak semua pihak berperan aktif menggali kekayaan bersejarah itu.
Melalui Dji Sam Soe Jelajah Mahakarya Indonesia pihaknya mengajak masyarakat Sumsel yang berusia minimal 18 tahun mengenal lebih jauh tentang keberagaman dan kekayaan negeri, sehingga mendorong kecintaan serta kebanggan terhadap Indonesia melalui mahakarya.
Peserta dapat mendaftar karya mereka ke kantor-kantor perwakilan perusahaan itu yang berlokasi pada 43 kota di Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung 17 September sampai 17 November dan pihaknya akan mengajak 36 peserta yang telah melalui tahapan seleksi melihat langsung beragam warisan kebudayaan di Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, Abadi menambahkan menyelenggarakan juga kompetisi tulisan dan foto bagi jurnalis mulai 19 September hingga 19 Desember tahun ini. (Nila)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
