Logo Header Antaranews Sumsel

Pembangunan rel ka ganda diharapkan dari APBN

Selasa, 25 September 2012 21:39 WIB
Image Print
Ilustrasi - pembangunan rel ganda (FOTO ANTARA)
....Anggota DPRD Sumatera Selatan tetap berharap pembangunan rel kereta api jalur ganda atau "double track" dari Kabupaten Lahat menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin melalui dana APBN tahun 2013....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota DPRD Sumatera Selatan tetap berharap pembangunan rel kereta api jalur ganda atau "double track" dari Kabupaten Lahat menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin melalui dana APBN tahun 2013.

Untuk pembangunan "double track" tersebut dananya diharapkan dari APBN, karena itu jalan satu-satunya, kata anggota Komisi IV DPRD Sumsel M Yansuri di Palembang, Selasa.

Menurut dia, kalau mau merubah undang-undang maka tidak cukup dengan waktu singkat.

Ia mengatakan, untuk pembangunan "double track" itu memang sudah disepakati, sudah MoU bahkan sampai ke Presiden akan dikerjakan pihak swasta yakni investor dari India.

Akan tetapi, ada satu aturan undang-undang harus memenuhi persyaratan, salah satunya punya kuasa pertambangan (KP), katanya.

Sehubungan dengan hal itu maka undang-undang dan aturan tersebut harus direvisi dan ini memerlukan waktu lama.

Ia menuturkan, Komisi IV DPRD Sumsel sudah menemui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan beliau berharap itu bisa dilakukan di APBN, artinya "double track" kereta khusus kargo bukan penumpang, tetapi batu bara termasuk hasil bumi.

Komisi IV berjuang sampai ke DPR RI dan sebentar lagi mereka akan mengirimkan surat ke Bappenas, ujarnya.

Ia menyatakan, jadi pembangunan "double track" itu tidak dikerjakan pihak swasta, tetapi dana APBN.

Kalau pihak swasta maka tidak ada jalan lain undang-undang harus direvisi.

Jadi, pihaknya berharap pembangunan "double track" itu dari dana APBN tahun 2013, dan mereka akan menyampaikan surat ke Bappenas, tuturnya.

Sementara anggaran pembangunan fasilitas itu sekitar Rp10 triliun.

"Kami sengaja tidak hitung-hitungan, silahkan mereka membangun "double track sepanjang Lahat ke Tanjung Api-Api atau stasiun Simpang ke Tanjung Api-Api," katanya.

Untuk pembebasan lahan pembangunan "double track" ini akan dianggarkan dananya dari APBD Sumsel.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumsel HA Djauhari menyatakan, kalau masih mengandalkan pihak swasta yang membangun fasilitas itu tentunya akan lama dan belum bisa tahun 2013, karena harus merevisi undang-undang.
(Sus)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026