Logo Header Antaranews Sumsel

Jangan biarkan teroris makin subur di Indonesia

Minggu, 23 September 2012 07:37 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
...Akibat aksi teror itu, suasana kurang aman dan nyaman dirasakan warga, seperti ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan modern atau mal dan hotel berbintang...

Palembang (ANTARA sumsel) - Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini kembali dihantui perasaan tidak aman dan nyaman, menyusul marak isu teror dan berhasil ditangkap para terduga teroris oleh polisi di sejumlah daerah.

Informasi terbaru di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/9), polisi berhasil mengamankan delapan orang terduga teroris, dengan melakukan penggerebekan di beberapa tempat di kota ini.

Akibat aksi teror itu, suasana kurang aman dan nyaman dirasakan warga, seperti ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan modern atau mal dan hotel berbintang.

Para pengunjung itu pun mulai dicurigai dan harus diperiksa saat memasuki areal parkir, sehingga perlu melalui pemeriksaan petugas keamanan.

Saat akan memasuki beberapa gedung itu, pengunjung juga harus melalui pengecekan menggunakan detektor sebagai pencegahan ancaman pelaku membawa bom dan benda berbahaya lainnya (box metal detector).

Pemeriksaan secara ketat itu, juga dirasakanan warga ketika berkunjung ke rumah sakit untuk berobat atau membesuk keluarga dan kerabat atau teman yang sedang sakit.

Pemeriksaan secara ketat dan terkesan berlebihan bagi masyarakat awam itu, merupakan prosedur tetap yang harus dijalankan oleh petugas keamanan di tempat-tempat yang biasa menjadi target aksi teror, agar dapat mengamankan gedung dan para pengunjungnya.

Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang cenderung mencekam, terutama di sejumlah daerah yang diperkirakan dapat menjadi sasaran teror seperti sekarang ini, seharusnya tidak boleh dibiarkan terus menerus terjadi.

Marak isu teror dan penangkapan terduga teroris yang siap melancarkan aksi terornya di sejumlah daerah di Indonesia, mendorong warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, menyatakan siap membantu polisi mencegah meluas aksi teroris itu.

Warga Palembang siap membantu polisi mencegah masuk teroris yang bisa mengganggu kamtibmas di daerahnya, antara lain dengan meningkatkan kewaspadaan, dan mengaktifkan pos keamanan lingkungan (poskamling) di kawasan permukiman.

Salah seorang warga yang juga pengacara senior di Palembang Hibzon Firdaus mengatakan, di Bumi Sriwijaya ini beberapa tahun lalu pernah terdapat kawanan teroris yang mencoba membuat markas untuk melancarkan aksi terornya di sejumlah daerah.

Beruntung, gerakan mereka itu dapat cepat diketahui polisi, dan akhirnya semua tersangkanya berhasil ditangkap.

Berdasarkan pengalaman itu, warga kota pempek ini mulai waspada melakukan pengawasan ketat bersama ketua rukun tetangga (RT) yang mewajibkan setiap orang yang tidak dikenal masuk atau menetap di kawasan permukiman untuk melapor atau memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuannya.

Upaya tersebut dinilai cukup efektif, menyusul akhir-akhir ini warga berupaya lebih meningkatkan kewaspadaan tidak hanya di lingkungan permukiman tetapi juga di pusat-pusat keramaian masyarakat, serta tempat lain yang rawan menjadi lokasi persembunyian dan sasaran teror.

"Teroris sangat berbahaya karena dalam melancarkan aksinya tidak hanya mengancam jiwa target atau sasarannya, tetapi juga mengancam orang-orang yang tidak berdosa, karena itu harus dilawan dan diberantas bersama," ujar Hibzon.

Kecam Teroris Solo

Sejumlah ustadz di Palembang mengecam pergerakan sekelompok orang terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, dan sejumlah daerah lainnya yang berhasil dicegah oleh polisi akhir-akhir ini.

Pergerakan teroris di sejumlah daerah beberapa waktu lalu dan di Solo yang beberapa terduganya berhasil ditangkap polisi dari kesatuan Densus 88 Antiteror secara bertahap, merupakan tindakan di luar syariat, kata salah seorang ustadz, H Irwansyah.

Menurut dia, secara syariat Islam, perbuatan yang dapat menimbulkan keresahan dan mengancam keselamatan jiwa manusia merupakan perbuatan dosa, di luar nilai-nilai Alquran, dan melanggar hukum negara.

Apa pun alasannya, pergerakan atau tindakan teroris tidak bisa ditolerir dan harus dihentikan oleh semua pihak, mengingat efek aksi teror bukan hanya orang yang menjadi targetnya saja tetapi juga mereka yang tidak berdosa atau tidak bersalah dapat terkena imbasnya.

Guna mencegah marak aksi teror, diimbau kepada umat Islam dan masyarakat secara umum, agar dapat bersama-sama memerangi teroris, serta memperketat pengamanan lingkungan tempat tinggal masing-masing agar tidak dijadikan sarang pelaku kejahatan itu, ujar ustadz Irwansyah yang juga aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu.

Menurut ustadz lainnya, H Abdul Fazar, pergerakan teroris yang akhir-akhir ini marak kembali, harus dihentikan oleh semua pihak dan ditindak tegas pelakunya bila terbukti bersalah.

Orang-orang yang mempersiapkan diri atau dipersiapkan menjadi teroris (calon "pengantin"), diimbau untuk berpikir kembali sebelum melangkah terlalu jauh, dan bagi yang beragama Islam seharusnya dapat lebih memahami ajaran Islam secara utuh.

"Pahami kembali ilmu syariat, gunakan cara yang lembut untuk menyelesaikan suatu persoalan, karena berjuang dengan kasih sayang dalam suasana damai sekarang ini akan lebih gampang meraih kemenangan tanpa menimbulkan korban jiwa, apalagi sampai melukai orang-orang yang tidak berdosa," ujar dia pula.

Dalam kondisi negara Indonesia yang sedang giat-giatnya membangun dan dalam suasana damai sekarang ini, sangat tidak tepat melakukan perjuangan dengan cara kekerasan, apalagi sampai menimbulkan keresahaaan atau ketidaknyamanan dalam pergaulan kehidupan bermasyarakat dan beragama, kata ustadz itu pula.

Tingkatkan Kewaspadaan

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin, juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat di daerahnya untuk mewaspadai teroris yang akhir-akhir ini mulai marak kembali di sejumlah provinsi di tanah air.

Teroris biasanya berbaur dengan masyarakat, karena itu semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar permukiman, tempat bekerja dan usaha serta tempat lainnya, kata Alex.

Menurut dia, biasanya masyarakat kurang memperhatikan siapa saja yang tinggal di sekitar rumahnya dan apa pekerjaannya.

Kurang kepedulian masyarakat seperti itu, bisa dimanfaatkan teroris untuk menjadikan kawasan permukiman penduduk sebagai tempat melakukan persiapan dan melancarkan sejumlah aksi terornya baik di daerah setempat maupun daerah lain sekitarnya, kata dia lagi.

Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan, mengingat kawasan permukiman warga dapat dijadikan tempat berkumpul para teroris, dan masyarakat juga bisa menjadi korban aksi kejahatan tersebut, ujar Alex pula.

Upaya untuk mempersempit ruang gerak dan mencegah teroris masuk ke wilayah Sumsel yang saat ini kondisi kamtibmasnya sangat kondusif, perlu peran serta masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan, ujar Gubernur Sumsel itu pula.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansur, juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat setempat, agar dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah aksi teroris masuk ke daerah ini.

"Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, mengingat bukan tidak mungkin di provinsi ini ada teroris yang mulai berbaur bersama masyarakat dan merencanakan sejumlah aksi terornya," kata Irjen Dikdik menanggapi marak aksi terorisme akhir-akhir ini.

Anggota kepolisian yang ada di daerah ini tidak mungkin mampu mengawasi dan mengamankan setiap jengkal wilayah Sumsel yang memiliki 11 kabupaten dan empat kota itu, tanpa adanya dukungan dari semua lapisan masyarakat, kata dia.

Peran masyarakat sangat besar dalam mencegah aksi terorisme, dan diharapkan bila melihat seseorang atau sekelompok orang yang tinggal di sekitar permukiman penduduk menunjukkan perilaku mencurigakan, aneh dan ganjil, diimbau agar segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat.

Masyarakat tidak boleh teledor dan membiarkan lingkungannya dijadikan tempat berkumpul para teroris atau menjadi tempat merencanakan aksi terorisme, ujar jenderal polisi bintang dua itu lagi.

Kapolda menegaskan, selain mengharapkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah aksi terorisme di Sumsel, pihaknya juga berupaya melakukan berbagai tindakan pencegahan.

Tindakan pencegahan yang dilakukan itu, seperti melakukan razia kendaraan angkutan umum dan pribadi di jalan lintas Sumatera, beberapa pusat kegiatan masyarakat, serta melalui operasi kepolisian lainnya, ujar dia.

Secara umum kondisi kamtibmas di Sumsel tetap kondusif, dan kondisi tersebut diharapkan tetap bisa dipertahankan dengan kewaspadaan yang tinggi dari aparat kepolisan bersama seluruh masyarakat di sini, ujar Kapolda.

Warga Sumsel dan seluruh masyarakat Indonesia harus dapat bersama-sama melawan aksi teror itu, dan tidak membiarkan setiap jengkal wilayah negeri ini menjadi sasaran ancaman kelompok teroris itu. (ANT-Y009/B014)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026