Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel pesan kamar atlet

Senin, 10 September 2012 20:05 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin. (FOTO ANTARA)
....Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memesan kamar hotel untuk atlet kontingen dari daerah itu yang mengikuti PON XVIII Riau, menyusul wisma atlet yang dinilai belum layak dihuni....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memesan kamar hotel untuk atlet kontingen dari daerah itu yang mengikuti PON XVIII Riau, menyusul wisma atlet yang dinilai belum layak dihuni.

"Kita sudah mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan yang dialami kontingen seperti soal penginapan," kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin ketika ditanya kondisi atlet provinsi itu di Palembang, Senin.

Menurut dia, Pemprov Sumsel sudah memesan 40 unit kamar hotel bintang tiga, tetapi masih menemui kendala, karena kamar tersebut juga diinginkan oleh kontingen provinsi lain.

"Pemprov Sumsel sudah membayar uang muka dari kamar dipesan, tetapi pihak hotel dari info yang ada siap menggembalikan uang muka (DP) tersebut, karena ada kontingen provinsi lain siap membayar tunai," katanya.

Ia mengatakan, pihak pemprov Sumsel akan tetap berusaha untuk mencarikan penginapan bagi kontingen provinsi itu.

"Kemungkinan terburuk di hotel itu, jika memang hanya 40 kamar yang ada maka terpaksa satu kamar biasa diisi dua orang, nanti akan ditempati tiga atau empat orang atlet," ujarnya.

Sementara mengenai prestasi yang diperoleh, ia menyatakan, perolehan medali emas di cabang olahraga renang oleh atlet renang Sumsel merupakan prestasi luar biasa.

"Satu medali emas yang diperoleh sudah merupakan suatu prestasi jika dilihat dari fasilitas kolam renang digunakan untuk pertandingan," katanya.

Ia menuturkan, prestasi yang ada sudah luar biasa, tetapi disayangkan jika nantinya ada pemecahan rekor, karena kondisi fasilitas arena pertandingan belum memenuhi standar maka rekor dipecahkan akan sulit memperoleh pengakuan dari luar.

"Sekarang susah juga kalau nanti ada pemecahan rekor tidak bisa diakui, karena arena pertandingan yang tidak standar tersebut," jelasnya.

Ia berharap, para atlet Sumsel tetap harus berjuang dan bertanding sebaik-baiknya, meski fasilitas yang ada baik arena pertandingan maupun wisma atlet tidak standar nasional.(Susi)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026