
Bank Dunia peringatkan bencana kelaparan

...Kekeringan dan gagal panen yang terjadi di sejumlah tempat karena cuaca panas ini juga menyebabkan kenaikan indeks harga pangan sejak awal 2011 lalu...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Bank Dunia memperingatkan bahaya bencana kelaparan karena kekeringan yang melanda beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Eropa Timur.
Kekeringan dan gagal panen yang terjadi di sejumlah tempat karena cuaca panas ini juga menyebabkan kenaikan indeks harga pangan sejak awal 2011 lalu.
Markas Bank Dunia di Washington menyatakan kekeringan di AS turut menyumbangkan 25 persen kenaikan harga jagung dan 17 persen kenaikan harga kacang kedelai bulan lalu. Ditambah lagi kekeringan di Rusia, Ukraina, dan Kazakhstan membuat harga gandum naik 25 persen.
"Harga pangan dunia naik lagi dan mengancam kesehatan jutaan penduduk dunia," kata Presiden grup Bank Dunia, Jim Yong Kim, seperti dikutip dari Guardian.
"Afrika dan negara-negara di Timur Tengah paling rentan terkena kelaparan tapi begitu juga dengan negara lainnya yang harga pangannya melonjak tajam," kata Jim Yong Kim.
Harga pangan secara keseluruhan meningkat 10 persen antara Juni dan Juli setelah sebelumnya hanya naik 6 persen awal tahun ini.
"Kita tidak bisa membiarkan begitu saja kenaikan terbesar dalam sejarah ini, jangan sampai anak putus sekolah ataupun kekurangan gizi karena tidak bisa mengimbangi harga pangan yang tinggi," kata Kim.
"Negara harus memperkuat pangannya dan menargetkan untuk bisa swasembada pangan sesuai dengan jumlah populasi penduduk yang dimiliki, ditambah harus menerapkan kebijakan yang tepat."
Setidaknya Bank Dunia sudah menghabiskan dana 9 miliar dolar AS tahun ini untuk mendukung pertanian dan membantu sejumlah negara miskin yang terkena dampak kenaikan harga. (ANT-tri)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
