Logo Header Antaranews Sumsel

Pendapatan daerah Sumsel naik 1,80 persen

Senin, 3 September 2012 14:24 WIB
Image Print
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (Foto Antarasumsel.com)
....Pendapatan daerah Sumatera Selatan hanya naik 1,80 persen, karena tidak terjadi pada seluruh komponen pendapatan....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pendapatan daerah Sumatera Selatan sesuai dengan nota kesepakatan yang telah ditandatangani bersama gubernur dan DPRD setempat tentang kebijakan umum APBD Perubahan 2012 hanya naik 1,80 persen.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan hal itu pada rapat paripurna DPRD setempat tentang perubahan APBD tahun 2012 yang dipimpin Ketua DPRD, Wasista Bambang Utoyo di Palembang, Senin.

Namun kenaikan itu tidak terjadi pada seluruh komponen pendapatan daerah, katanya.

Menurut dia, pendapatan mengalami peningkatan yakni pajak daerah 0,41 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan sebesar 0,02 persen, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 1,43 persen, dana perimbangan dari bagi hasil pajak 10,86 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 5,58 persen.

Sementara retribusi daerah mengalami penurunan sebesar 2,90 persen dan dana perimbangan dari bagi hasil bukan pajak sumber daya alam mengalami penurunan 0,67 persen.

Akan tetapi, karena adanya sisa lebih penghitungan anggaran (silpa) tahun sebelumnya, maka perlu memanfaatkannya, kata dia.

Ia mengatakan, pada sisi belanja juga perlu dilakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan skala prioritas dan manfaat kegiatan yang seoptimal mungkin bermanfaat bagi kepentingan masyarakat disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

APBD perubahan Sumsel 2012 pendapatan semula Rp4,93 triliun menjadi Rp5,02 triliun atau bertambah sebesar Rp89 miliar, ujarnya.

Ia menyatakan, pendapatan asli daerah semula Rp1,89 triliun menjadi Rp1,90 triliun atau bertambah Rp7,5 miliar.

Kemudian dana perimbangan semula Rp2,20 triliun menjadi Rp2,24 triliun atau bertambah Rp34,9 miliar.

Selanjutnya lain-lain pendapatan daerah yang sah semula Rp834,4 miliar menjadi Rp881 miliar atau bertambah Rp46 miliar lebih.

Ia menuturkan, kalau untuk belanja semula Rp4,74 triliun menjadi Rp5,39 triliun atau bertambah Rp647 miliar lebih.

Kemudian untuk pembiayaan terdiri atas penerimaan pembiayaan semula Rp213,2 miliar menjadi Rp477,1 miliar dan pengeluaran pembiayaan semula Rp409,9 miliar menjadi Rp115,1 miliar atau berkurang Rp294,7 miliar, katanya.(Susi)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026