Logo Header Antaranews Sumsel

DPRD Sumsel bantu buku untuk sma

Sabtu, 1 September 2012 18:39 WIB
Image Print
DPRD Sumsel serahkan bantuan buku untuk SMA di Palembang (FOTO Antarasumsel.com/Susi)
....Sumber dana bantuan ini dari reses pribadi dan tidak berbenturan dengan anggaran bantuan sekolah gratis....

Palembang (ANTARA Sumsel) - DPRD Sumatera Selatan berpartisipasi memberikan bantuan sejumlah buku kepada delapan sekolah di Kota Palembang, sehingga bisa digunakan untuk belajar bagi siswa/siswi di sekolah bersangkutan.

"Pemberian bantuan ini menggunakan dana aspirasi dewan," kata Anggota DPRD Sumsel dari daerah pemilihan I RA Anita Noeringhati setelah menyerahkan bantuan ke SMA Karya Ibu di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, bantuan ini memang diberikan kepada sekolah-sekolah swasta yang tidak masuk menerima dana sekolah gratis.

Ia mengatakan, bantuan buku tersebut memang dipilih untuk sekolah-sekolah yang tidak menerima bantuan sekolah gratis antara lain SMA Bina Cipta, SMK PGRI, SMP Tri Budi Mulia, SMA Karya Ibu, SMA Antara dan SMP Karya Sejati.

Setiap sekolah dibantu sebanyak 850 eksemplar buku yang terdiri atas buku mata pelajaran dan buku pegangan guru.

Kedepan pihaknya akan membantu meubiler sekolah, karena masih banyak sekolah swasta yang kurang fasilitas seperti bangku dan meja, ujar Anita yang juga Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel itu.

Ia menjelaskan, sumber dana bantuan ini dari reses pribadi dan tidak berbenturan dengan anggaran bantuan sekolah gratis, namun mendampingi anggaran sekolah gratis.

Kalau anggaran sekolah gratis dibagikan untuk sekolah di seluruh kabupaten/kota di Sumsel, katanya.

Sementara Kepala SMA Karya Ibu Palembang Munirul Ihwan mengatakan, kalau untuk kesejahteraan guru di sekolah itu masih tergantung dari banyaknya jumlah murid yang masuk.

"Bantuan seperti ini sangat dibutuhkan, karena itu pihaknya sangat berterima kasih khususnya kepada anggota DPRD Sumsel," tuturnya.

Munirul juga berharap, pemerintah provinsi agar dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana pendidikan seperti laboratorium bahasa, penyelesaian pembangunan lapangan futsal, aula, pengadaan sarana ekstra kurikuler seperti drum band dan lainnya.

Beberapa waktu lalu pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan lapangan futsal dan aula, tetapi karena jumlahnya terbatas maka bangunan tersebut selesai tapi belum bisa digunakan.

Sehubungan dengan hal itu pihaknya meminta bantuan wakil rakyat agar pemerintah dapat mengalokasikan kembali dana tambahan untuk penyelesaian sarana penunjang pendidikan tersebut, katanya.(Susi)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026