Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel berupaya pertahankan lahan kopi

Senin, 27 Agustus 2012 15:23 WIB
Image Print
Pembudidayaan kopi sambung (Foto Antarasumsel.com/Awi)
....Pemerintah berupaya menekan peralihan lahan itu dengan menjalankan sejumlah program peningkatan produksi untuk menambah pemasukan petani kopi....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Petani di Sumatera Selatan didorong supaya mempertahankan lahan kopi dan kelapa untuk menyikapi peralihan ke perkebunan karet dan sawit.

"Pada prinsipnya Sumsel tetap berupaya mempertahankan empat komoditas yakni karet, sawit, kopi, dan karet, karena telah menjadi unggulan daerah," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Dinas Perkebunan Sumsel Dian Eka Sapta di Palembang, Senin.

Upaya itu cukup beralasan mengingat sejumlah kabupaten/kota tidak memiliki topografi yang sama. Selain itu, komoditas kopi dan kelapa tidak kalah dari segi penghasilan.

"Tidak semua daerah cocok ditanami karet, akan tetapi petani kerap memaksakan diri karena tergiur oleh penghasilan yang diperoleh. Padahal satu hektare lahan kopi sebenarnya setara dengan karet, hanya saja panennya tidak bisa setiap saat," ujarnya.

Ia tidak membantah, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peralihan lahan kopi ke karet atau sawit yang terbilang pesat.

"Menanam karet bisa panen setiap hari dan dalam hitungan minggu sudah bisa mendapatkan uang, berbeda dengan kopi. Inilah yang membuat petani tergiur beralih menanam karet," katanya.

Pemerintah berupaya menekan peralihan lahan itu dengan menjalankan sejumlah program peningkatan produksi untuk menambah pemasukan petani kopi.

"Seperti metode `kopi sambung` yang cukup efektif memancing petani mempertahankan lahan kopi di kawasan Dempo, Lahat, karena telah terbukti meningkatkan produksi dari 1-2 ton per hektare menjadi 6 ton biji kopi," ujarnya.

Perkebunan kopi di Sumsel berkembang di lima kabupaten, diantaranya OKU Selatan 70.799 hektare dan Empat Lawang 61.978 hektare.

"Total perkebunan kopi di Sumsel 256.149 hektare atau urutan ketiga setelah luas lahan karet dan sawit, sedangkan lahan sawit 818.346 hektare dengan produksi 2.160.632 ton CPO (minyak sawit mentah) per tahun.

Ia mengatakan, untuk lahan kelapa 67.646 hektare yang sebagian besar berada di Kabupaten Banyuasin dan sebagian kecil di Ogan Komering Ilir.(Dolly)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026