
Saharani dan Purwacaraka meriahkan pesta rakyat di Berlin

London (ANTARA Sumsel) - Pesta rakyat masyarakat Indonesia yang diadakan di Berlin dan sekaligus acara Halal Bihalal dimeriahkan dengan kehadiran bintang tamu Saharani serta Purwacaraka.
Dua artis dan musisi terkenal Indonesia diundangan KBRI Berlin bekerja sama dengan berbagai perusahaan swasta nasional Indonesia.
Kehadiran Saharani yang bukan hanya piawai membawakan lagu jazz, namun juga lagu disko dan dangdut membuat suasana Pesta Rakyat mencapai puncaknya. Ratusan penonton berjoget bersama dengan iringan lagu disko dan dangdut, demikian Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Ayodhia Kalake kepada ANTARA London, Selasa.
Masyarakat Indonesia yang berdomisili di Berlin dan sekitarnya serta dari berbagai pelosok Jerman, 'friends of Indonesia' serta beberapa Duta Besar dan diplomat Perwakilan Negara sahabat di Jerman membanjiri acara Halal Bihalal dan Pesta Rakyat Indonesia yang digelar KBRI Berlin di kediaman Duta Besar RI di Berlin diselenggarakan bersamaan dengan Halal Bihalal, dan berdekatan dengan Peringatan Hari Kemedekaan RI 17 Agustus 2012.
Bermacam sajian dalam berbagai tenda yang tersedia seperti tenda Charity Bazaar, makanan tradisional, ketupat lebaran serta tenda perlombaan menghias kue bertema 60 tahun hubungan RI-Jerman yang dihadiri berbagai organisasi masyarakat Indonesia yang berada di Jerman juga dimeriahkan penampilan organisasi Pusat Ilmu dan Budaya Indonesia yang menaungi Masjid Al Falah Berlin dengan tari Saman.
Dubes Dr. Eddy Pratomo mengemukakan makna dari acara tersebut yang bertujuan untuk memupuk tali silahturahmi semua komponen masyarakat Indonesia di Berlin serta menggugah peran aktif dalam profesinya masing untuk turut mempromosikan dan menjadi wajah Indonesia di Jerman.
Hal tersebut juga sejalan dengan tema acara yaitu "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Tingkatkan Kerjasama Seluruh Komponen Bangsa Dalam Memasuki Era Baru Hubungan Bilateral Indonesia-Jerman".
Pemotongan tumpeng dilakukan Dubes beserta Ny Atiek Pratomo yang diserahkan kepada perwakilan masyarakat Indonesia di Berlin yaitu kepada tokoh Pencak Silat Indonesia di Berlin Octav Dirgantara Setiadji serta perwakilan dari PPI dan Ustad Syarifudin Mustafa membacakan doa bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia di Berlin.
Pesta Rakyat ini semakin meriah dengan penampilan warga Jerman yang melakukan atraksi Pencak Silat serta demo pertahan diri dari beberapa murid perguruan silat SiGePi yang berlokasi di Berlin tersebut disaksikan tidak kurang dari 1200 pengunjung yang tidak mau beranjak menanti undian door prize berhadiah voucher, sepeda serta tiket Berlin-Jakarta pp.
Selain artis Ibukota, The Embassy Band, PPI Berlin Band, Nyombek Band dari mahasiswa Indonesia dan wakil dari Kelompok Gamelan juga turut ambil bagian menghangatkan panggung dengan membawakan berbagai macam lagu mulai dari dangdut, pop hingga rock.
Acara juga dimeriahkan dengan berbagai games dan perlombaan seperti lomba jogget dan lomba menghias kue bertema 60 tahun hubungan RI-Jerman. Charity Bazaar yang diikuti kelompok masyarakat Indonesia maupun perseorangan juga turut menambah semaraknya suasana Pesta Rakyat.
Beraneka ragam masakan Indonesia, produk 'fashion' serta gadget yang tersedia dalam beberapa stand diminati oleh masyarakat Indonesia dan warga Jerman friends of Indonesia yang memang sudah sangat merindukan Indonesia.
Sementara itu sajian ketupat lebaran dan opor serta penganan lain di tenda makanan utama tak pernah putus dengan antrian tamu yang tak sabar menikmati nikmatnya sajian lebaran seperti yang biasa mereka nikmati di tanah air.
Pesta Rakyat merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Berlin dalam rangka memperingati HUT RI ke-67 yang dibarengkan dengan acara Halal Bihalal. Berbagai perlombaan dan pertandingan olah raga dilakukan beberapa bulan sebelumnya Selain Upacara Penaikan Bendera dan Penurunan Bendera, dilanjutkan dengan Resepsi Diplomatik yang rencananya dilakukan pada tanggal 6 September mendatang.
Kesan mendalam secara spontan diungkapkan oleh seorang warga Jerman yang meminta berbicara sebelum MC menutup acara yang menyatakan terima kasih atas kehangatan, kemeriahan dan hiburan yang didapatkannya dalam acara tersebut. "Sungguh saya tak pernah menikmati acara seperti ini sebelumnya dimana semua orang larut bergembira, menyanyi, berjoget serta bertegur sapa dengan ramahnya," ujarnya.
"Saya beruntung bisa mendapatkan disini. Sungguh ini merupakan hal yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya dan saya pastikan bahwa saya akan mengunjungi Indonesia untuk melihat secara langsung negeri yang ramah dan indah yaitu Indonesia," ujarnya dalam bahasa Jerman.
Takbir di Berlin
Gema Takbir berulang kali terdengar dari Aula KBRI Berlin saat umat Islam di Berlin dan sekitarnya yang memenuhi Aula KBRI Berlin bersama-sama melakukan Shalat Idul Fitri. Setelah berpuasa satu bulan penuh, para jamaah yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan masyarakat Indonesia, dan sebagian warga muslim Jerman tampak bersemangat mengumandangkan Takbir yang menganggungkan nama Allah.
Jamaah juga tampak tekun mendengarkan khotbah Idul Fitri yang dibawakan Ustad Syarifudin Mustafa, yang menyampaikan agar umat Islam di Jerman, khususnya di Berlin hendaknya tetap taqwa dan tawakal dalam menjalankan ibadah.
Ustad lulusan Universitas Al-Azhar Mesir tersebut, menyampaikan bahwa bekal taqwa dan tawakal sudah dipupuk dengan waktu puasa yang harus dijalani sekitar 18 jam. Jauh lebih lama dari waktu berpuasa di tanah air. Karenanya, walau jauh dari tanah air, umat Muslim Indonesia di Jerman hendaknya tetap dapat menjaga akidah dan menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar, ujarnya.
Dalam khutbah, Ustad Mustafa yang khusus diundang dari Indonesia menggarisbawahi makna Ied yang tahun ini jatuh pada tanggal yang sangat istimewa yaitu di tanggal ganjil di bulan Agustus dimana pada tanggal-tanggal ganjil tersebut salah satunya terdapat malam Lailatul Qadar dimana malaikat turun ke bumi dan Allah SWT memberikan kesejahteraan dan ketentraman bagi semua umat yang memujaNya.
Tanggal 17 Agustus dimana kemerdekaan RI diikrarkan 67 tahun lalu juga tepat jatuh pada hari Jumat bulan Ramadhan seperti yang terjadi pada tahun ini. Hal ini menambah makna dengan terefleksikannya kemenangan bangsa Indonesia dan juga kemenangan umat Islam. Untuk itu Ustad Mustafa berpesan agar bangsa Indonesia dapat mengisi kemerdekaan Indonesia seperti yang dicita-citakan oleh Founding Fathers Indonesia dengan menerapkan berbagai nilai-nilai luhur yang digembleng selama sebulan penuh di bulan Ramdhan.
KBRI Berlin bekerjasama dengan Masjid Al-Falah Berlin mengadakan berbagai kegiatan seperti pesantren kilat bagi anak-anak, kegiatan baca Al-Quran bagi semua usia, maupun kajian tafsir Al-Quran serta buka bersama dan takbiran yang diadakan di KBRI Berlin.
Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari umat Islam di Berlin dan sekitarnya yang selalu memenuhi Masjid Al-Falah, sekaligus berbuka bersama dan shalat tarawih berjamaah.
Masyarakat Muslim Indonesia mengaku tetap dapat merasakan kehangatan beribadah, walaupun jauh dari tanah air tetapi tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyu, mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dengan baik. Tak lupa mereka juga menyisihkan rezekinya dalam bentuk zakat fitrah, zakat mal, infaq dan sadaqoh
Pada siang hari, berbagai elemen masyarakat Indonesia berkumpul memenuhi undangan Dubes Dr. Eddy Pratomo beserta Ibu Atiek Pratomo pada acara Halal Bihalal yang diadakan di kediaman Duta Besar RI yang dihadiri Duta Besar dan perwakilan diplomatik dari beberapa negara sahabat yang larut dalam suasana keakraban dan mencicipi kuliner khas lebaran Indonesia.
(ANT-H-ZG/E001)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
