Logo Header Antaranews Sumsel

Pengusaha "pempek" tolak pesanan

Sabtu, 18 Agustus 2012 10:15 WIB
Image Print
pedagang pempek (foto antarasumsel.com/fenny selly)
....Meski bahan baku mahal menjelang Lebaran, tetap saja harga tidak dinaikkan dan kualitas tidak diturunkan. Itulah banyak yang pesan pempek....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sejumlah toko khusus menyediakan produk "pempek" di Kota Palembang menolak pemesanan, pada hari Sabtu, atau satu hari menjelang Lebaran karena kebanjiran order sejak sepekan lalu.

"Sejak tiga hari lalu sudah tidak terima pesanan lagi, karena dua hari menjelang Lebaran para pegawai sudah pulang kampung," kata Heni, pemilik toko pempek di kawasan Sekanak di Palembang, Sabtu.

Sehingga, toko yang tetap buka pada hari ini hanya sekadar menunggu pemesan mengambil pempek yang sudah memesan beberapa hari sebelumnya.

"Rata-rata pembeli mengambil pesanan pada satu hari atau dua hari menjelang Lebaran," ujarnya.

Pada Lebaran kali ini, kata dia, mengalami penurunan omset dibandingkan tahun lalu meski tidak begitu signifikan.

"Agak sedikit menurun dari tahun lalu sekitar 15 persen, sehigga tidak begitu terasa karena pada dasarnya pesanan pempek masih banyak," katanya.

Ia menjual pempek dalam beberapa jenis dengan harga Rp2.000 per buah seperti kerupuk, pistel, telur, adaan, dan lenjer.

"Jumlah pesanan beragam dari 100 buah hingga 500 buah, tapi kami membatasi paling sedikit 50 buah," katanya.

Sementara, Ayung, pedagang lainnya di kawasan itu mengatakan meraup omset sekitar Rp50 juta pada Idul Fitri kali ini.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya memang terjadi peningkatan permintaan menjelang Lebaran. Jika omset bulanan hanya berkisar Rp10-Rp15 juta, tapi selama Ramadhan bisa menembus Rp50 juta," ujarnya.

Ia tetap mempertahankan cita rasa pempek sehingga memiliki sejumlah pelanggan setia.

"Meski bahan baku mahal menjelang Lebaran, tetap saja harga tidak dinaikkan dan kualitas tidak diturunkan. Itulah banyak yang pesan pempek ke sini," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Nasrun Umar mengatakan menjelang Lebaran terjadi peningkatan omset untuk industri rumah tangga makanan dan minuman.

"Tentunya, Lebaran menjadi kesempatan emas bagi industri makanan dan minuman untuk meraup keuntungan. Diperkirakan terjadi kenaikan perputaran uang hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa," ujarnya.(Dolly)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026