Logo Header Antaranews Sumsel

Pengemis anak-anak marak di Palembang

Selasa, 14 Agustus 2012 18:25 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pengemis yang tergolong anak-anak usia sekolah dasar di Palembang marak di kawasan permukiman penduduk dan perempatan lampu merah menjelang Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah.

Sejumlah warga di Palembang, Selasa, mengeluhkan maraknya pengemis anak-anak itu karena keberadaan mereka telah mengganggu ketentraman dan kenyamanan.

Menurut Rafli, akhir-akhir ini banyak bermunculan pengemis dadakan yang berkeliaran di permukiman secara bergerombol mendatangi rumah-rumah penduduk untuk meminta uang.

Mereka meminta uang terkesan memaksa karena tidak mau pergi sebelum mendapat uluran tangan dari tuan rumah.

Bahkan dirinya dan beberapa tetangga mulai merasa kesal, terganggu ketentraman serta merasa bosan menerima kedatangan pengemis anak-anak itu, bahkan sesekali terpaksa harus bersikap tidak bersahabat mengeluarkan kata-kata kasar untuk menolak kedatangan mereka, kata Rafli kesal.

Warga lainnya Yettykaratu mengatakan, selain dipermukiman, pengemis anak-anak ini juga marak berkeliaran di jalan raya terutama perempatan lampu merah.

Hampir di setiap perempatan lampu merah dijumpai anak-anak yang mengetuk jendela mobil untuk meminta uang dan mereka tidak mau berlari sebelum diberi uang.

Kondisi tersebut sangat meresahklan dan perlu diambil tindakan tegas oleh aparat pemerintah yang berwenang untuk penertiban pengemis dan gelandangan di jalan umum, ujar dia.

Sebelumnya Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri prihatin melihat melihat data jumlah anak jalanan di Sumatera Selatan cukup banyak yakni mencapai 4.383 orang.

Melihat banyaknya jumlah anak jalan tersebut perlu dilakukan penanganan serius oleh masing-masing Dinas Sosial yang tersebar di 15 kabupaten/kota provinsi ini, kata Mensos ketika melakukan kunjungan kerja di Palembang pada 7 Agustus lalu. (ANT/Y009)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026