Logo Header Antaranews Sumsel

Batu bara daya tarik investor ke Sumsel

Selasa, 7 Agustus 2012 17:07 WIB
Image Print
Ilustrasi - Tambang batu bara (FOTO ANTARA)
....Sementara batu bara yang sudah dimanfaatkan baru kisaran 10 juta hingga 12 juta ton per tahun, artinya cadangan 22,24 miliar ton dalam 1.800 tahun tidak akan habis....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Hasil kekayaan alam batu bara menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasi ke Sumatera Selatan sejak tiga tahun terakhir, menyusul kemajuan pesat industri di China dan India.

Kepala Pertambangan Umum Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Izromaita di Palembang, Selasa mengatakan, batu bara merupakan bahan bakar pembangkit listrik yang murah dibandingkan menggunakan minyak bumi.

"Sementara untuk menggerakkan suatu industri dibutuhkan energi listrik, sehingga ramai-ramai investor berdatangan ke Sumsel," katanya.

Pada umumnya, investor itu berasal dari India dan China yang mengalami kemajuan pesat dalam lima tahun terakhir di bidang industri menengah dan industri besar.

Menurut dia, pada awalnya Sumsel hanya mengeluarkan 10 juta ton batu bara, akan tetapi kini sudah menembus angka 20 juta ton per tahun.

Sumsel memiliki cadangan batu bara mencapai 22,24 milyar ton yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas.

Sementara yang sudah dimanfaatkan baru kisaran 10 juta hingga 12 juta ton per tahun, artinya dalam 1.800 tahun tidak akan habis.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Sumsel Permana membenarkan sebagian besar investor berkeinginan membeli batu bara.

"Dalam sepekan terdapat 8 hingga 10 profosal masuk BPMD untuk melakukan pembelian batu bara, karena sifatnya beli maka langsung dialihkan ke Kamar Dagang dan Industri atau perusahaan pemilik tambang," ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga perusahaan India yang akan melakukan pembelian batu bara dalam waktu dekat.

"Sudah ada penjajakan dan tinggal realisasi saja, hanya saja harus dilihat terlebih dahulu berapa kemampuan angkut perusahaan batu bara, mengingat jalur kereta api "double track" belum terealisasi," katanya.

Puluhan juta ton batu bara tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena terkendala angkutan.

Selain itu, pembangunan jalur kereta api khusus batu bara sangat dinantikan untuk mengatasi keluhan pengguna jalan umum akibat angkutan batu bara yang kerap kali memperlambat arus lalu lintas, serta mengeluarkan 48 pesen cadangan batu bara yang belum tereploitasi.(Dolly)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026