
Disperindag buka restoran "mindo kopi" di bandara

....Sumsel memiliki beberapa produk unggulan dari sektor perkebunan, diantaranya, kopi, sawit, karet. Sejak puluhan tahun lalu, kawasan itu menjadi penopang komoditi ekspor Indonesia....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan akan membuka restroran "Mendo Kopi" di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang menyajikan minuman kopi produk asli daerah.
"Restoran ini akan dibuat berkelas layaknya kedai kopi ternama asal Amerika Serikat yang sudah dikenal masyarakat 'Starbucks'. Ini akan menjadi langkah awal, karena setelah itu akan membidik mal ternama di seluruh Indonesia," kata Kepala Bidang Industri Kecil Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Afrian Joni di Palembang, Sabtu.
Keinginan pemerintah daerah membuat kedai kopi itu dilatari kemampuan petani di Sumsel menghasilkan produk kualitas impor dan ekspor.
Kopi asal Sumsel diminati negara-negara Eropa seiring dengan munculnya gaya hidup untuk minum kopi di sebuah kedai.
"Kopi asal Empat Lawang dan Semendo sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Sumsel, tapi disayangkan ketika diimpor atau diekspor berubah nama sesuai dengan perusahaan yang mengemas. Sehingga yang dikenal Kopi Lampung atau Kopi Toraja, padahal bahan bakunya dari Sumsel," katanya.
Ia melanjutkan, nama "Mendo Kopi" dipilih karena mudah diingat serta terkesan produk asli daerah.
"Nanti di restoran itu tidak hanya menjual kopi, tapi juga makanan khas Sumsel seperti kue Maksuba, kue Delapan Jam, pempek, dan kemplang," ujarnya.
Untuk mempopulerkan kedai "Mendo Kopi" itu pemerintah daerah akan menggandeng pengusaha bisnis retail agar produk khas Sumsel mampu menembus pasar nasional.
"Dari segi kualitas tentunya kopi asal Sumsel tidak kalah dari yang lain, hanya saja belum begitu dikenal. Ini yang menjadi fokus ke depan bahwa usaha harus dilakukan secara terus-menerus atau sebelum sukses jangan mundur," katanya.
Sumsel memiliki beberapa produk unggulan dari sektor perkebunan, diantaranya, kopi, sawit, karet. Sejak puluhan tahun lalu, kawasan itu menjadi penopang komoditi ekspor Indonesia.(Dolly)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
