
Ikan sale lais digemari karena cita rasa tinggi

....Ikan sale yang bagus biasanya garing dan ringan sedangkan ikan yang masih kondisi basah cepat rusak....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Perlu waktu sampai dua hari untuk menghasilkan ikan sale atau ikan asap yang kering sehingga kualitas makanan bercita rasa tinggi itu tak diragukan lagi kenikmatannya saat diolah.
Ernawati (44) perajin ikan sale di kawasan Musi II Palembang mengatakan kalau kurang kering biasanya ikan tidak tahan lama.
Ikan akan lebih cepat berjamur dan berulat sehingga kualitas ikan sale sangat rendah.
Mengolah ikan menjadi sale sesungguhnya tidak terlalu repot hanya dengan melakukan pengasapan sampai kering.
Namun, ikan segar akan menjadi jaminan kualitas hasil pengasapan bagus.
Ikan segar biasanya di pasok dari Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sebelum di asap ikan terlebih dahulu dibersihkan. Biasanya ikan lais, gabus, lele, seluang dan baung serta patin terlebih dahulu dibuang sisik juga isi perut.
Ikan-ikan yang telah bersih itu dimasukan dalam ruangan khusus untuk pengasapan. Perlu dua hari agar ikan asap menjadi kering dan bagus.
Pengasapan ini sangat tergantung dengan kayu bakar yang digunakan. Sedangkan sinar matahari sama sekali tidak diperlukan.
Ia mengatakan, ikan sale yang bagus biasanya garing dan ringan sedangkan ikan yang masih kondisi basah cepat rusak. Begitu juga ikan yang kurang segar hasil pengasapan tidak bagus karena sering hancur.
Ikan tersebut dijual dengan harga bervariasi tetapi untuk sale lais super dijual Rp350.000 per kilogram.
Sedangkan ikan lainnya berkisar Rp100.000 sampai Rp250.000 per kilogram.
Dia menambahkan, usaha tersebut telah mereka lakukan sejak tahun 2003 sejak lapak pakaian bekas di bawah Jembatan Ampera dipindahkan pemkot.
Setelah memproduksi ikan sale mereka tidak hanya berjualan untuk memenuhi permintaan warga kota pempek tetapi karena berjualan di Jalan Lintas Timur Sumatera banyak juga pembeli dari berbagai kota dan provinsi lain.
Karena dinilai mampu memproduksi ikan sale berkualitas bagus beberapa kali juga telah mengikuti pameran di Pekan Raya Jakarta.
Juni lalu selama 15 hari ikut pameran omzet penjualan ikan tersebut mencapai Rp30 juta. Pendapatan tersebut tentunya lumayan bagi mereka perajin kecil ini.
Begitu juga saat ramadhan permintaan ikan sale meningkat sampai tiga kali lipat dari hari biasa yang sebelumnya hanya 100 kilogram per hari kini menjadi 300 kilogram.
Wali kota langganan sale lais
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menjadi salah satu langganan membeli ikan sale lais yang diproduksi Ernawati bersama suaminya Iskandar.
Setiap bulan, wali kota membeli sale lais super sedikitnya 5 kilogram.
"Biasanya ajudan pak wali langsung yang datang membeli sale lais ke rumah atau ke lokasi pameran saat mereka berdagang," kata dia.
Apalagi saat ramadhan biasanya pembeli ikan sale meningkat signifikan sehingga produksi pun harus ditingkatkan.
Stok ikan sale telah mereka siapkan sejak sebelum ramadhan dengan demikian saat ramadhan tidak lagi repot harus mengasap ikan setiap hari.
Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan salah satu menu kegemarannya adalah pindang ikan sale.
"Pindang ikan sale memiliki cita rasa tinggi yang sangat nikmat menjadi lauk makan nasi hangat," ujar dia.
Dia menambahkan, selama ramadhan ini selain telur asin, pindang ikan sale juga menjadi menu andalan ketika santap sahur maupun berbuka usaha.
Makanan berkuah dengan beragam bumbu itu sungguh luar biasa menambah semangat santap sahur. (Nila Ertina Fu'adi)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
