
Bengkulu-Sumsel perlu mewaspadai longsor

....Topografi lereng bukit barisan itu membuat badan jalan yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Selatan rawan longsor....
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan perlu mewaspadai ancaman longsor di jalur yang menghubungkan kedua provinsi tersebut, terutama selama angkutan mudik lebaran.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Bengkulu Mukhtar Harahap saat dikonfirmasi tentang kondisi jalan nasional menjelang mudik lebaran 2012 di Bengkulu, Selasa mengatakan terdapat lima titik rawan longsor di jalur itu.
"Ada pekerjaan peningkatan struktur jalan di jalur itu, tapi titik rawan longsor perlu diwaspadai," katanya.
Topografi lereng bukit barisan itu membuat badan jalan yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Selatan rawan longsor.
Pada 2011, kata dia, terdapat pekerjaan peningkatan struktur jalan sepanjang 3 kilometer dan pada 2012 sepanjang 7 kilometer.
"Namun saat arus mudik diharapkan bisa dilalui karena alat berat akan disiagakan di titik rawan longsor itu," tambahnya.
Sementara perbaikan jalan lintas barat yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Lampung sudah rampung 60 persen dan ditargetkan dapat dilalui saat lebaran 2012.
"Kami mempercepat progres kinerja di lapangan, bahkan sebagian jalur sudah masuk tahap pengaspalan dan bisa dilalui saat arus mudik," katanya.
Ia mengatakan, sejumlah ruas jalan sudah memasuki tahap akhir pengerjaan antara lain peningkatan struktur jalan Tais-Maras, jalur Tanjung Kemuning-Linau dan jalur Linau hingga perbatasan Lampung.
Sementara delapan paket proyek pengerjaan jalan mulai dari pemeliharaan berkala, peningkatan struktur jalan dan pelebaran jalan rata-rata mencapai 60 persen.
"Kalau sudah memasuki tahap pengaspalan biasanya kemajuannya cepat sehingga saat arus mudik kami harapkan sudah bisa dilalui," tambahnya.
Selain peningkatan struktur jalan, pelebaran jalan nasional di Tanjung Kemuning menuju Linau juga dipercepat.
Pelebaran jalan dari 4,5 meter menjadi 6 meter juga dilakukan di jalur Tair-Maras sepanjang 3,2 kilometer.
"Saat ini jalur yang memiliki lebar 4,5 meter untuk jalan nasional Bengkulu menuju Lampung hanya sekitar 10 persen," katanya.
Ia mengatakan, dalam tempo satu bulan sebelum hari raya lebaran, pengerjaan jalan lintas barat tersebut akan dipercepat hingga seluruh pekerja ditarik pada tujuh hari sebelum lebaran.
Meski pekerja akan ditarik dari sejumlah lokasi proyek, namun alat berat akan disiagakan di jalur yang rawan longsor dan lainnya.
"Petugas piket juga akan disiagakan selama arus mudik hingga pengerjaan dilanjutkan kembali," katanya.(Ant)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
