Logo Header Antaranews Sumsel

Pangkalpinang perlu 272 ton daging ayam

Jumat, 27 Juli 2012 13:46 WIB
Image Print
Ilustrasi - Peternak sedang merawat ayam (FOTO ANTARA)
....Saat ini, para pengusaha dan pedagang ayam sudah banyak menambah stok dari Pulau Jawa dan Sumatera dan mudah-mudahan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Idul Fitri....

Pangkalpinang (ANTARA Sumsel) - Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, pada Agustus 2012 membutuhkan 272 ton daging ayam untuk memenuhi konsumsi warga di daerah itu menghadapi Idul Fitri 1433 Hijriah.

"Diperkirakan Agustus konsumsi daging ayam naik dibandingan konsumsi pada Juli sebanyak 120 ton, karena meningkatnya kebutuhan warga untuk Idul Fitri 1433 Hijriah" ujar Kepala Distanak setempat Widiyanto, di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan daging ayam, warga setempat mengandalkan pasokan dari daerah sentra peternakan unggas, karena terbatasnya populasi ternak ayam di Kota Pangkalpinang.

"Saat ini, sebanyak 90 persen pasokan ayam didatangkan dari luar daerah, sementara 10 persen hasil peternakan unggas petani yang tersebar di Kecamatan Gerunggang, Taman Sari, Pangkalbalam, Rangkui, Giri Maya dan Air Itam," ujarnya.

Ia mengatakan, meningkatnya permintaan daging ayam akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga yang cukup tinggi, biasanya hanya kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram (kg) bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kg.

"Menjelang lebaran diperkirakan permintaan daging ayam akan mengalami peningkatan 250 persen disertai kenaikan harga, karena ketetapan harga di pasaran masih berdasarkan hukum pasar," ujarnya.

Menurut dia, peternakan ayam masih dilakukan secara tradisional, sehingga perkembangan peternakan ayam masih rendah.

"Petani kurang berminat mengembangkan peternakan unggas ini seiring tingginya biaya pemeliharaan.

Peternakan unggas ini membutuhkan modal yang cukup besar karena harga bibit ayam, pakan, obat-obatan dan lainnya cukup tinggi dan harga tergantung stok serta pasokan dari luar daerah, apabila pasokan kurang maka harga akan melambung tinggi," ujarnya.

Namun demikian, kata dia, kami berupaya untuk memperbanyak stok ayam untuk mengantisipasi kelangkaan dan gejolak harga yang akan memberatkan ekonomi masyarakat.

"Saat ini, para pengusaha dan pedagang ayam sudah banyak menambah stok dari Pulau Jawa dan Sumatera dan mudah-mudahan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Idul Fitri," ujarnya. (Ant)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026