Logo Header Antaranews Sumsel

Jilbab segitiga diminati warga Palembang

Jumat, 20 Juli 2012 16:38 WIB
Image Print
Pedagang memajang jenis jilbab segitiga (FOTO Antarasumsel.com/Dolly)
....Kerudung yang kerap kali dipakai artis seperti Marsanda, Zaskia Adia Mecca, dan istri Ustazd "Solmate" dalam berbagai sinetron di televisi itu, semakin diminati menjelang bulan Ramadhan ini....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Jilbab segitiga berbahan kaos yang dijual para pedagang di pasar Kota Palembang, banyak digemari terutama menghadapi bulan suci Ramadhan ini.

Jenis jilbab tersebut laris menyusul sejak dipopulerkan sejumlah artis dalam beberapa bulan terakhir, kata Alia, pedagang di pasar tradisional 16 Ilir Palembang, Jumat.

Menurut dia, kerudung yang kerap kali dipakai artis seperti Marsanda, Zaskia Adia Mecca, dan istri Ustazd "Solmate" dalam berbagai sinetron di televisi itu, semakin diminati menjelang bulan Ramadhan ini.

"Awalnya model jilbab segitiga tren di Jakarta, kemudian mulai marak di Palembang dalam beberapa bulan terakhir. Puncaknya menjelang bulan puasa ini karena remaja mulai meninggalkan jenis jilbab segitiga bermotif atau jilbab istri "Obama"," kata Alia menjelaskan.

Harga jilbab itu berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 per lembar untuk kualitas sedang, sementara kualitas bagus mencapai Rp75.000 hingga Rp80.000 per lembar.

"Semakin bagus model serta banyak batu-batuannya maka akan semakin mahal. Harga di pasar tradisional cukup bersaing dibandingkan dengan di mall yang naik hingga dua kali lipat meski secara kualitas relatif sama," katanya.

Penggunaan jilbab itu, pada umumnya dikombinasikan dengan penutup kepala jenis chipuk atau kerudung ninja.

Para pengguna dapat berkreasi dalam memakai kerudung itu, mengingat tidak perlu membentuk segitiga seperti jilbab segi empat.

"Tidak perlu repot jika digunakan, bisa diselempangkan saja bagian ujungnya ke kiri dan ke kanan. Selain itu, cukup kain pada bagian depan tanpa khawatir leher pemakai terlihat karena sudah memakai chipuk atau jilbab ninja," ujarnya.

Situasi di pasar itu dipadati sejumlah pedagang jilbab yang sebagian menawarkan bentuk segitiga, arzeti, segi empat, bentuk syal atau lainnya.

Rita, pedagang lainnya, rela beralih profesi menjadi penjual kerudung untuk memanfaatkan saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

"Semula berdagang dompet, tapi selama puasa hingga lebaran beralih jual jilbab karena lebih menjanjikan. Meski harus menyewa tempat hingga Rp1 juta selama satu bulan ini tidak masalah, karena untung yang bakal diperoleh bisa berlipat ganda," katanya.

Ia mengatakan, menjual sekitar 50-60 lembar jilbab setiap hari sejak sepekan terakhir.

"Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya akan terjadi peningkatan menjelang lebaran. Pada tahun lalu mencapai 200 lembar jilbab setiap harinya," katanya.

Busana muslim yang dilengkapi jilbab atau kerudung menjadi tren di masyarakat saat ini, sehingga produsen bahan-bahan pakaian mengeluarkan berbagai model atau menciptakan tren dalam masa waktu tertentu untuk memuaskan konsumen.

Sementara pada era tahun 80-an hingga 90-an tidak semarak seperti saat ini, karena jumlah pemakai busana muslim relatif sedikit.(Dolly)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026