
Kabupaten Ogan Ilir mencekam

....Informasi awal ada tiga warga yang ditangkap, namun kini berkembang menjadi tujuh orang....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kondisi sekitar perkebunan dan pabrik gula Cinta Manis milik PTPN VII di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis sore mencekam, menyusul kembali adanya isu warga yang bersengketa dengan perusahaan tersebut ditangkap polisi.
"Pukul 15.00 WIB tadi ada telepon dari anggota Gerakan Petani Pendesak Bersatu (GPPB) yang mengabarkan posko warga di Desa Sribandung diserbu anggota Polres Ogan Ilir yang dibantu pasukan Brimob Polda Sumsel, dalam aksi itu sejumlah warga ada yang ditangkap," kata Humas GPPB Rusdi ketika memberikan keterangan pers di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel di Palembang, Kamis.
Informasi awal ada tiga warga yang ditangkap, namun kini berkembang menjadi tujuh orang.
Untuk memastikan informasi tersebut dan siapa saja yang ditangkap, pihaknya akan turun ke lokasi posko yang diserbu dan mengecek langsung ke markas Polres Ogan Ilir, kata Rusdi.
Informasi penangkapan beberapa warga sedang berjuang mendapatkan lahannya dari penguasaan PTPN VII itu, membangkitkan emosi warga seperjuangan lainnya untuk melakukan serangan balik ke Polres Ogan Ilir dan berupaya membebaskan rekannya yang ditangkap.
Anggota GPPB dan aktivis Walhi Sumsel yang mendampingi warga di lokasi, saat ini diperintahkan untuk meredam emosi dan mengendalikan massa agar jangan sampai bertindak anarkis, katanya.
Sementara Direktur Walhi Sumsel Anwar Saddat menambahkan, isu provokatif yang membangkitkan emosi warga yang sedang bersengketa dengan PTPN VII sering terjadi terutama setelah adanya pembakaran di lokasi perkebunan tebu Cinta Manis pada 17 Juli lalu oleh sejumlah orang yang disinyalir provokator.
Untuk meredam suasana di Desa Cinta Manis agar tidak semakin panas dan menimbulkan kerusuhan yang parah, diminta kepada aparat keamanan untuk mengungkap siapa provokator yang merusak perjuangan warga secara damai.
Selain itu diminta kepada Kapolda Sumsel untuk mengurangi personelnya di lokasi PTPN VII dan menugaskan beberapa pasukan saja untuk mengamankan objek vital milik BUMN itu.
"Selama dalam pendampingan dan koordinasi kami jamin warga yang bersengketa tidak akan membakar lahan tebu dan merusak pabrik milik PTPN VII di Ogan Ilir," katanya meyakinkan.(Y009)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
