
Gerakan mahasiswa tuntut stop angkutan batu bara

....Jalan lintas Timur Palembang-Indralaya yang merupakan jalur sentral Sumatera Selatan, kini menjadi langganan tetap kemacetan....
Palembang, 5/7 (ANTARA) - Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat melakukan demo menyampaikan tuntutan ke DPRD Sumatera Selatan agar menyetol operasional truk angkutan batu bara melintas di jalan umum, karena menimbulkan kemacetan.
"Kami minta stop operasional truk angkutan batu bara melintasi jalan umum," kata Koordinator Aksi Daud Zen di Palembang, Kamis.
Menurut dia, selain itu mereka juga meminta supaya selesaikan pembangunan jalur dua simpang Pemulutan-Simpang Musi II di jalan Palembang-KM 32 Indralaya.
Kemudian mereka juga meminta supaya pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang segera diselesaikan agar bisa mengurangi kemacetan arul lalu lintas kendaraan di jalur tersebut..
Ia mengatakan, hampir setiap hari masyarakat merasakan macet yang mengakibatkan banyak kerugian, baik kerugian waktu, energi, kesehatan yang akhirnya berdampak pada kerugian ekonomi.
Jalan lintas Timur Palembang-Indralaya yang merupakan jalur sentral Sumatera Selatan, kini menjadi langganan tetap kemacetan, ujarnya.
Lebar jalan relatif sempit dan banyaknya kendaraan melintas adalah penyebab utama, diperparah lagi dengan truk angkutan batu bara yang melintas di jalur itu.
Keberadaan truk angkutan batu bara yang melintas mulai dari wilayah Ogan Komering Ulu Timur dan wilayah Lahat ke arah Palembang membuat jalan rusak parah seperti terlihat di sepanjang jalan dari Muaraenim-Palembang dan di jalan KM 32 Indralaya-Palembang, ujarnya.
Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPRD Sumsel HA Djauhari mengatakan mereka juga akan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan apa yang diusulkan oleh para pendemo tersebut.(Susi)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
