Logo Header Antaranews Sumsel

SBY harapkan kerja sama zona KTI- Australia-Timor Leste

Kamis, 5 Juli 2012 00:08 WIB
Image Print
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (FOTO ANTARA)
...Kawasan Indonesia Timur (KTI), Australia terutama di Northern Territory dan Timor Leste dapat dikembangkan dalam zona khusus seperti sub-kawasan pengembangan pembangunan yang dibentuk selama ini...

Darwin (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan adanya kerja sama zona sub-Kawasan Timur Indonesia (KTI), Australia, dan Timor Leste.

Kepala Negara mengatakan hal itu dalam konferensi pers di Darwin, Australia, sebelum bertolak menuju Nusa Tenggara Timur, Rabu.

Presiden mengatakan, KTI, Australia terutama di Northern Territory dan Timor Leste dapat dikembangkan dalam zona khusus seperti sub-kawasan pengembangan pembangunan yang dibentuk selama ini.

Ia memberi contoh kawasan Singapura-Johor-Riau (Sijori), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT GT), Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP EAGA), dan lainnya.

"Format kerja sama seperti apa nanti yang betul-betul kita rencanakan dengan baik, kita konsepkan dengan baik, tetapi saya memikirkan seperti tadi itu IMTGT, kerja sama sub-kawasan," kata Presiden.

Menurut Presiden, dalam cetak biru masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI), Kawasan Timur Indonesia masuk dalam koridor lima dan enam.

Koridor lima meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sedangkan koridor enam meliputi Papua dan Maluku.

Bila kedua koridor tersebut kemudian diintegrasikan dengan Australia terutama Northern Territory dan Timor Leste, maka akan mendorong pengembangan ekonomi yang lebih cepat.

"Tentunya ini menjadi kerja sama ekonomi sub-kawasan yang bagus," kata Presiden.

Presiden menambahkan, beberapa waktu lalu, saat dirinya berkunjung ke Timor Leste, negara tersebut menginginkan untuk dapat terintegrasi dalam pembangunan di koridor lima.

"Jadi Timor Leste menyadari bahwa ekonomi sub-kawasan itu akan menjadi bagian besar dari ekonomi bali, ekonomi Nusa Tenggara Barat, ekonomi Nusa Tenggara Timur dan kemudian ekonomi Timor Leste," katanya.

Sedangkan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Australia di Darwin, Australia, Selasa, Presiden juga membicarakan kerja sama dan keterhubungan antara Kawasan Timur Indonesia dan Australia.

Presiden, bahkan dalam kunjungannya kali ini membawa serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Gubernur Papua Barat Abraham Oktavianus Atururi guna mendorong kerja sama di kawasan.

Presiden mengatakan, untuk memulai langkah pengembangan kawasan tersebut dapat ditunjang dengan kerja sama beberapa bidang misalnya investasi peternakan, kesehatan, pendidikan, turisme dan juga transportasi.

Ia menambahkan, mewujudkan kerjasama sub-kawasan ini juga dibutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan.

"Oleh karena itu, dengan kita bangun kerangka kerja sama sub kawasan yang baru ini, masing-masing harus aktif tentunya, para gubernur harus aktif, dunia usaha aktif, kami pemerintah nasional juga aktif," kata Presiden.(ANT-M041/Z002)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026