
SPBU kendaraan industri akan beroperasi

....Penambahan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan pasokan kuota BBM dikhawatirkan menimbulkan masalah....
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Tiga unit stasiun pengisian bahan bakar umum yang menjual bahan bakar minyak nonsubsidi untuk kendaraan industri di Bengkulu akan dioperasikan.
"Tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) itu sudah disiapkan untuk kendaraan industri dan barang, dan tahap pertama di tengah kota setempat," kata Asisten II Sekretaris Provinsi M Nasyah di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan, tiga unit SPBU yang akan menyediakan bahan bakar nonsubsidi tersebut yakni SPBU Pondokkelapa perbatasan Kota Bengkulu dengan Bengkulu Tengah, SPBU Airsebakul dan SPBU Bumiayu.
Posisi ketiga SPBU itu merupakan lintasan kendaraan industri seperti Airsebakul yang merupakan lintasan truk batu bara, demikian juga dengan SPBU Bumiayu menuju Pelabuhan Pulau Baai.
"Akan dilakukan bertahap karena saat ini dari 30 lebih SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu, baru 18 menyediakan BBM nonsubsidi," katanya.
Menurut dia, selain untuk kendaraan industri, distribusi BBM di SPBU khusus untuk angkutan umum dan kendaraan pribadi juga akan diatur.
Hal itu sesuai instruksi pemerintah pusat untuk mengatur distribusi BBM sehingga tepat sasaran.
"Memang untuk saat ini pemakaian BBM sesuai jenis kendaraan masih berlaku di Jabodetabek dan Bali, tapi kita juga harus menyiapkan sarana prasarana," katanya.
Selain itu Pemerintah Provinsi Bengkulu, kata dia, juga mengajukan penambahan kuota BBM sesuai usulan pemerintah kabupaten dan kota.
Penambahan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan pasokan kuota BBM dikhawatirkan menimbulkan masalah.
"Pengaturan distribusi akan kita lakukan, tapi BPH Migas juga harus rasional menentukan kuota yang disesuaikan dengan pertumbuhan kendaraan," tambahnya.
Wira Penjualan Depo Pertamina Bengkulu Misbach Buchori mengatakan BPH Migas mengurangi kuota bahan bakar minyak jenis premium untuk daerah itu dari 184.167 kiloliter pada 2011 menjadi 183.457 kiloliter pada tahun ini.
"Data dari BPH Migas, tahun ini memang terjadi penurunan kuota bahan bakar minyak jenis premium untuk Provinsi Bengkulu, kami kurang tahu penyebabnya," katanya.
Realisasi penyaluran BBM jenis premium pada 2011 mencapai 196.438 kiloliter sehingga diperkirakan penyaluran tahun ini juga tidak kurang dari angka tersebut.
Sedangkan kuota BBM jenis solar mengalami kenaikan dari 81.466 kiloliter pada 2011 menjadi 81.703 kiloliter pada 2012. (Ant)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
