Logo Header Antaranews Sumsel

Awasi penyaluran BBM Subsidi di Sumsel, Pertamina dan Pemda sidak sejumlah SPBU

Kamis, 16 Juli 2026 07:51 WIB
Image Print
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Alexander Susilo. ANTARA/HO/Pertamina Sumbagsel

Palembang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama pemerintah daerah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Sumatera Selatan guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, ketersediaan stok terjaga, serta pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Alexander Susilo dalam keterangannya di Palembang, Rabu, mengatakan pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta aparat penegak hukum di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Pertamina terus memastikan stok BBM di wilayah Sumatera Selatan berada dalam kondisi mencukupi dan penyalurannya berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam melakukan pengawasan penyaluran BBM subsidi. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," katanya.

Ia menjelaskan sidak dilakukan di sejumlah SPBU di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Ogan Ilir bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, instansi terkait, serta jajaran Polrestabes Palembang. Pada waktu yang sama, pengawasan juga dilakukan di SPBU wilayah Kayuagung bersama Pemerintah Kabupaten OKI.

Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau ketersediaan stok BBM, pelayanan di SPBU, serta pelaksanaan Program Subsidi Tepat, termasuk mekanisme verifikasi konsumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai berkurang setelah dilakukan penyesuaian pola penyaluran BBM subsidi.

Namun demikian, menurut dia, antrean masih terjadi di beberapa titik, seperti SPBU CGC yang melayani kendaraan menuju luar Kota Palembang dan SPBU Musi II yang menjadi jalur masuk kendaraan ke Palembang.

Pemerintah Provinsi Sumsel telah memetakan SPBU yang perlu mengoptimalkan jam operasional, termasuk mewajibkan sejumlah SPBU penyalur solar subsidi beroperasi selama 24 jam.

"Kami melihat hasil dari langkah-langkah yang telah disepakati bersama mulai terlihat, termasuk berkurangnya aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi. Namun demikian, pengawasan akan terus diperkuat. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi agar dapat segera ditindaklanjuti," ujar Herman Deru.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan pemerintah daerah bersama Pertamina telah meninjau langsung sejumlah SPBU sebagai tindak lanjut atas kondisi antrean BBM subsidi di wilayah tersebut.

Menurut dia, optimalisasi alokasi penyaluran di 13 SPBU di Kabupaten OKI membuat antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir mulai terurai.

Ia menambahkan apabila antrean kembali terjadi, pengelola SPBU diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026