Logo Header Antaranews Sumsel

Jurnalis Sumsel kecam kekerasan terhadap wartawan

Kamis, 31 Mei 2012 12:31 WIB
Image Print
Jurnalis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Jurnalis Sumsel melakukan aksi menolak kekerasan, di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Kamis (31/5). (FOTO antarasumsel.com/Feny/12)
...Wartawan dilindungi oleh undang-undang dan bila ada kesalahan pemberitaan harus ada hak jawab...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pengurus dan anggota Forum Komunikasi Jurnalis Sumatera Selatan mengecam kekerasan yang dilakukan oknum marinir TNI Angkatan Laut terhadap wartawan di Padang, beberapa hari lalu.

Aksi menolak kekerasan terhadap wartawan itu digelar puluhan jurnalis Sumsel di bundaran air mancur Palembang, Kamis.

Dalam aksi damai itu para wartawan menaburkan bunga tanda berduka pada kartu tanda pengenal media masing-masing.

Menurut koordinator aksi Purwantoro, sebagai wartawan pihaknya sangat mengecam adanya kekerasan yang dilakukan oknum TNI AL tersebut.

Hal ini karena tanpa alasan jelas oknum TNI AL memukuli wartawan yang sedang meliput razia warung remang-remang yang saat itu dilaksanakan pleh Satuan Polisi Pamong Praja.

Sangat sulit dipercaya, katanya, prajurit TNI yang semestinya bertugas menjaga pertahanan negara, malah mencampuri urusan razia maksiat.

Sehubungan itu pihaknya mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oknum TNI AL tersebut.

"Hentikan kekerasan terhadap jurnalis yang telah bekerja secara profesional," katanya.

Selain itu mereka meminta aparat berwenang mengusut tuntas kasus tersebut dan memprosesnya secara transparan.

Sementara Ketua PWI Sumsel H Oktaf Riadi mengatakan, pihaknya mengecam terhadap kekerasan terhadap wartawan.

Wartawan dilindungi oleh undang-undang dan bila ada kesalahan pemberitaan harus ada hak jawab, bukan dengan cara kekerasan. (ANT-U005)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026