
KONI Sumsel janjikan bonus bagi atlet

Palembang (ANTARA Sumsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali emas, perak dan perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, September 2012.
"Rinciannya, emas Rp75 juta, perak Rp35 juta, dan perunggu Rp20 juta. Ini sebenarnya belum benar-benar sah tapi dapat jadi gambaran bagi atlet," kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Muddai Madang di Palembang, Jumat.
Ia tidak menampik kisaran bonus itu akan bertambah jika mendapatkan asupan dana dari Pemerintah Provinsi Sumsel.
"Sementara itu dulu yang dapat kami janjikan, jika ada tambahan tentunya akan meningkat lagi," ujarnya.
Bonus yang dijanjikan itu lebih tinggi Rp25 juta dibandingkan PON tahun 2008 lalu yakni Rp50 juta bagi peraih medali emas.
"Tentunya ada peningkatan kami juga memahami keinginan atlet saat ini," katanya.
Para atlet diharapkan berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mencapai prestasi terbaik pada ajang olahraga paling bergengsi di Indonesia itu.
Ia mengharapkan bonus itu menjadi motivasi atlet menggapai hasil terbaik di Riau nanti.
"Sebenarnya belum saatnya bicara bonus karena PON akan digelar tiga bulan lagi. Tapi tidak apa demi memotivasi atlet," katanya.
Sementara Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel Djumadin Safril mengatakan sejak terdaftar dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) terpusat menuju PON Riau pada Maret 2012 maka akan ada peningkatan uang saku.
"Pada bulan Juni 2012 akan ada kenaikan uang saku, mengenai kisarannya saya belum tahu pasti tapi kemungkinan besar akan disesuaikan dengan medali yang diraih pada ajang pra kualifikasi," ujarnya.
Selama menjalani Pelatda berjalan para atlet menginap di Wisma Atlet Jakabaring dan mendapatkan sejumlah uang saku bulan dengan kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.
Pada PON mendatang Sumsel mengusung target tiga besar dengan mengandalkan 230 atlet. Sementara pada PON tahun 2008 bertengger pada urutan 14 dengan 400 atlet. (ANT-039)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
