
Galang dana untuk korban lahar Ternate

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sejumlah mahasiswa anggota perkumpulan pencinta alam di Kota Palembang mengalang dana bantuan untuk ratusan korban banjir lahar di Ternate, Maluku Utara, Selasa.
Koordinator aksi Yudha Yoan L. Surbakti mengatakan, aksi mengetuk hati nurani masyarakat itu dilakukan di beberapa lampu pengatur lalu lintas seperti di depan RS Sakit Charitas, persimpangan Polda, Patal, dan Jalan Angkatan 66.
"Kegiatan ini merupakan insiatif dari gabungan para pencinta alam di Palembang, dan dilakukan sejak kemarin (14/5). Kemungkinan akan berlanjut hingga dua hari ke depan agar dana yang diberikan lebih banyak lagi," ujarnya.
Para mahasiswa itu, katanya, tergugah untuk turun ke jalan, setelah mendapat informasi menyangkut kurangnya perhatian masyarakat atas bencana alam itu mengingat bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi pada 9 Mei 2012 di Gunung Salak, Bogor.
Ia mengatakan, perhatian masyarakat tersita kepada tragedi itu sehingga melupakan bencana alam di wilayah Indonesia bagian timur itu.
"Padahal korban hilang mencapai 110 orang, sama lebih atau sama banyak dengan bencana Merapi lalu tapi banyak masyarakat yang tidak mengetahui," katanya.
Dana yang terkumpul itu, katanya, rencananya diserahkan kepada perwakilan organisasi pencinta alam di Maluku yakni Anak Maluku Nusantara (Aman).
"Kami merasa lebih efektif dititipkan saja karena biaya untuk mengantar ke sana cukup tinggi. Lebih baik dananya disumbangkan saja sehingga lebih bermanfaat," kata Kepala Divisi Diklat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Sriwijaya Pecinta Alam Unsri (Mafesripala) itu.
Aksi sosial itu cukup mendapat apresiasi masyarakat yang berhenti di lampu merah tersebut karena mahasiswa memakai seragam khas pencinta alam lengkap dengan syal dan topi.
Secara telaten para mahasiswa itu mendatangi para pengendara satu per satu untuk menampung uang sumbangan. (ANT/039)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
