Logo Header Antaranews Sumsel

Provinsi Sumatera Selatan rayakan hari jadi ke-66

Selasa, 15 Mei 2012 14:56 WIB
Image Print
Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo didampingi para wakil ketua dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyanyikan lagu Indonesia Raya pada rapat paripurna istimewa memperingati hari jadi ke-66 provinsi berpenduduk lebih dari tujuh juta jiwa itu. (FO
....Sejarah kelahiran Provinsi Sumsel dimulai sebelum Kemerdekaan RI yakni masa kerajaan Palembang yang mengalami kejayaan pada abad ke-18 dan ke-19....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Provinsi Sumatera Selatan merayakan hari jadi ke-66 pada 15 Mei 2012 yang diperingati melalui rapat paripurna istimewa DPRD setempat, Selasa.

Rapat paripurna istimewa VIII di Palembang memperingati Hari Jadi Provinsi Sumsel ini dipimpin Ketua DPRD Wasista Bambang Utoyo yang juga dihadiri Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Hadir pula pada perayaan itu para kepala daerah di provinsi tersebut serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Menurut Ketua DPRD Sumsel Wasista, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel No. 5 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Sumsel telah ditetapkan tanggal 15 Mei merupakan hari jadi Sumsel.

Peringatan yang dilaksanakan dalam bentuk rapat paripurna istimewa ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena dengan kesadaran akan semangat kebersamaan dan sesuai dengan Motto Sumsel yakni "Sumatera Selatan Bersatu Teguh".

Ia menuturkan, sejarah kelahiran Provinsi Sumsel dimulai sebelum Kemerdekaan RI yakni masa kerajaan Palembang yang mengalami kejayaan pada abad ke-18 dan ke-19. Dengan kerajaan ini kemudian dikenal sebagai Kesultanan Palembang Darussalam.

Sebagai negara modern pada waktu itu dan telah menetapkan batas wilayah kekuasaannya yakni zaman Sultan Abdurrahman yang menguasai sebagian wilayah sekarang termasuk Jambi (di daerah Muara Tembesi), sebagian daerah Lampung (Menggala, Tulang Bawang) dan juga Pulau Bangka Belitung, serta daerah Rejang Empat Petulai (Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu) dan Belalau di sebelah selatan Danau Ranau.

Pada waktu peralihan kekuasaan dari Kesultanan Palembang kepada Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua wilayah dikuasai Pemerintah Belanda karena masih ada perlawanan dari rakyat, terutama rakyat di Pasemah.

Wasista menjelaskan, kronologis penetapan 15 Mei 1946 sebagai hari jadi Provinsi Sumsel adalah bertepatan dengan diumumkan pembagian wilayah Provinsi Sumatera menjadi tiga subprovinsi berdasarkan usul dan pertimbangan konferensi residen seluruh Sumatera, wakil pemerintah pusat, dan keputusan Dewan Rakyat
Sumatera.

Tiga subprovinsi itu, yakni subprovinsi Sumatera Utara meliputi Keresidenan Aceh, Sumatera Timur, dan Tapanuli. Kemudian subprovinsi Sumatera Tengah yang meliputi Keresidenan Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

Selanjutnya, subprovinsi Sumatera Selatan meliputi Keresidenan Bengkulu, Palembang, Lampung, dan Bangka Belitung.

Perjalanan Panjang
Berdasarkan pembagian wilayah itu, melalui proses panjang dilandasi kajian ilmiah dan segala pertimbangan dari berbagai aspek, baik aspek yuridis, historis, sosiologis, filosofis dan sosial budaya serta melalui penelitian terhadap dokumen hasil musyawarah Bukit Tinggi dan data-data di arsip nasional di Jakarta, akhirnya disepakati bahwa pada 15 Mei 1946 adalah sebagai awal terbentuknya Provinsi Sumsel.

Untuk itu telah ditetapkan dalam Perda Provinsi Sumsel No.5 Tahun 2007 sebagai hari jadi Provinsi Sumsel.

Wasista menguraikan, dalam perjalanan panjang sejarah Sumsel, peringatan ulang tahun provinsi ini yang ke-66 tahun ini merupakan peringatan ke-6 kalinya secara bersama-sama.

Peringatan hari jadi Sumsel ini sebagai wahana refleksi, evaluasi dan instropeksi untuk menilai apa yang telah dilakukan selama ini dan apa langkah-langkah di masa akan datang untuk meningkatkan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan, ketentraman dan keamanan bagi masyarakat Sumsel khususnya dan rakyat
Indonesia pada umumnya.

Selanjutnya kalau dilihat dari sisi administrasi kini Provinsi Sumsel atau bumi Sriwijaya terbagi dalam 15 kabupaten dan kota serta 217 kecamatan.

Sumsel adalah daerah yang kaya potensi sumber daya alam yang luar biasa, ada sumber gas alam, minyak bumi, batu bara dan mineral, katanya.

Sejarah telah membuktikan bahwa masyarakat Sumsel telah terbiasa dengan pergaulan masyarakat internasional, karena pada masa lalu Palembang dan Sriwijaya adalah kota penting di Asia Tenggara yang menjadi titik perlintasan antar budaya.

Terlebih lagi akhir-akhir ini Pemerintah Provinsi Sumsel telah berkali-kali melaksanakan event yang bersifat internasional antara lain telah melaksanakan SEA Games ke-26 dan melaksanakan konferensi parlemen negara-negara Islam ke-7.

Kini Sumsel semakin dikenal di mata dunia internasional dan dengan keberhasilan itu diharapkan semakin mempermudah dalam mewujudkan program yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Sumsel pada masa mendatang, katanya.

Sementara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, tema ulang tahun ke-66 Provinsi Sumsel kali ini adalah "Dengan memperingati hari jadi provinsi Sumsel yang ke-66, mari kita wujudkan Sumatera Selatan sejahtera, cerdas, berbudaya dan terdepan menuju Sumsel Gemilang".

"Peringatan ini sangat penting artinya karena dengan kesadaran dan semangat kebersamaan sesuai dengan motto Sumatera Selatan bersatu teguh serta ijin dari Allah SWT, saya yakin kita akan mampu terus membangun Provinsi Sumsel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana cita-cita para pendahulu yang telah berjuang
dan berkorban bagi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia, khususnya Provinsi Sumsel," ujarnya.

Perayaan hari jadi Sumsel itu dilakukan secara sederhana dan juga mengundang para tokoh masyarakat Sumsel dan unsur masyarakat lainnya.(adv/sus)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026