Logo Header Antaranews Sumsel

Kurtubi: Segera naikkan harga BBM

Selasa, 20 Maret 2012 23:17 WIB
Image Print
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Palembang. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/12)

Jakarta, (ANTARA News) - Pengamat energi Kurtubi mengatakan, pemerintah dan DPR mesti segera mengambil kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi agar tidak terlalu lama menimbulkan ketidakpastian.

"Jangan tunggu terlalu lama, karena berdampak negatif seperti aksi demo, spekulasi harga barang, dan penimbunan BBM," katanya dalam suatu diskusi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, dana penghematan sebagai akibat kenaikan harga BBM mesti untuk infrastruktur dan bukan bantuan langsung.

Dana penghematan, lanjutnya, diperuntukkan bagi pembelian bus baru, gerbong kereta api, jalan baru khususnya di kampung-kampung, dan transportasi massal seperti kereta bawah tanah.

Alokasi lain dana penghematan adalah mempercepat pembangunnan infrastruktur gas terutama angkutan umum.

"Jadi, tiap hari tidak bertemu kemacetan terutama di Ibukota Jakarta," kata Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) itu.

Sementara ekonom Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah mesti mengambil kebijakan yang hati-hati dan benar pascakenaikan harga BBM 1 April 2012

Menurut dia, pemerintah perlu mengantisipasi penurunan popularitas yang terjadi saat ini, berpotensi menimbulkan kerawanan sosial.

Karenanya, pemerintah mesti mengelola bantuan langsung dengan baik, sehingga tidak malah menimbulkan permasalahan.

Selanjutnya, Kepala Danareksa Research Institute itu mengatakan, perlunya pemerintah menggelontorkan dana APBN untuk pembangunan khususnya infrastruktur.

Lalu, terkait inflasi, Yudhi memperkirakan bisa melambung hingga di atas delapan persen pada 2012, meski akan kembali menjadi 5- 5,5 persen pada April 2013.

"Karenanya, BI (Bank Indonesia) harus mengambil kebijakan yang tepat, jangan malah terus menaikkan suku bunga," ujarnya.

Demikian pula, lanjutnya, pemerintah mesti menekan harga-harga melambung khususnya beras dengan mengefektifkan peran Bulog mengintervensi pasar.

"Ekonomi bisa jatuh kalau tidak diambil kebijakan ekonomi benar," ujarnya.

Sedangkan Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan, pihaknya tetap menolak kenaikan harga BBM.

"Kita masih punya opsi lain," katanya.

Ia mencontohkan, inefisiensi APBN dalam hal penelitian yang bisa menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

Apalagi, lanjutnya, dampak kenaikan harga BBM akan langsung dirasakan rakyat kecil.

"Karenanya, Rabu (21/3) besok, saya bersama ribuan buruh akan berdemo ke Istana menolak kenaikan harga BBM," ujarnya. (ANT-K007/BSB)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026