Logo Header Antaranews Sumsel

Rupiah melemah seiring prospek kenaikan suku bunga The Fed

Jumat, 19 Juni 2026 11:03 WIB
Image Print
Warga menukarkan uang rupiah layak edar pada mobil kas keliling Bank Indonesia. ANTARA Jatim/Prasetia Fauzani/mas.

Jakarta (ANTARA) - Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganggap rupiah melemah pascameningkatnya prospek kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) pascapertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC,” ujar dia kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Dia menerangkan bahwa prospek tersebut muncul karena inflasi AS saat ini berada di angka 4,2 persen, masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.

Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi bergerak melemah 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.845 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.794 per dolar AS.

Mengutip Anadolu, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan komitmen untuk mencapai target stabilitas harga 2 persen.

Ketika ditanya apakah The Fed dapat mempertimbangkan kembali target inflasi 2 persen, Warsh menyampaikan bahwa level tersebut tetapi menjadi tujuan jangka panjang bank sentral dan tak boleh ditinjau kembali sebelum The Fed kembali mampu mewujudkannya.

Selain itu, indeks dolar AS disebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih akibat perang turut mendukung dolar AS, kendati kesepakatan damai tahap pertama antara AS dengan Iran turut mendukung rupiah.

“Kesepakatan damai tahap pertama ini tentunya mendukung rupiah, namun untuk jangka pendek memang fluktuasi seperti ini terjadi, investor masih memberikan perhatian pada prospek suku bunga The Fed,” kata Lukman.

Adapun sentimen domestik, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk tetap mempertahankan status pasar Indonesia sebagai EM (emerging market) cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah. Begitu pula dengan keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate yang dinilai sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan akan dinaikkan ke depannya sekitar 50 basis points (bps).

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah melemah seiring prospek kenaikan suku bunga The Fed



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026