
Pembangunan jalan batu bara di Sumsel molor

...Saya meninjau di lapangan, jalan khusus batu bara yang dibangun PT Servo belum selesai dan mereka menyatakan, paling cepat empat bulan lagi...
Palembang, (ANTARA News) - Pembangunan jalan khusus batu bara yang dilaksanakan oleh kontraktor swasta di dalam wilayah Propinsi Sumatera Selatan hingga kini belum selesai, padahal ditargetkan pada 1 April kendaraan angkutan hasil tambang tidak boleh lagi melalui jalan umum.
"Saya meninjau di lapangan, jalan khusus batu bara yang dibangun PT Servo belum selesai dan mereka menyatakan, paling cepat empat bulan lagi," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumatera Selatan, Sarimuda di Palembang, Kamis.
Menurut dia, bahkan dirinya memprediksi pembangunan selesai bisa sampai enam bulan lagi, karena itu pihaknya akan melaporkannya ke Gubernur Sumsel mengenai kondisi terakhir jalan khusus tersebut, baik yang dibangun PT Servo maupun oleh kontraktor lainnya.
"Saya akan laporkan ke Gubernur, nanti apa arahan yang disampaikan akan kita tindaklanjuti," katanya.
Ia mengatakan, memang di lapangan beberapa oprit yang belum selesai di simpang Belimbing, kemudian underpass dan ada pula jembatan di Tanah Abang belum rampung.
Kemudian ada peninggian mau ditambah lagi, jadi memang belum selesai, ujar dia.
Sementara apakah pada 1 April mendatang angkutan batu bara masih melalui jalan umum, ia menyatakan, belum memutuskan, karena ia akan melaporkan dulu kepada gubernur dan tentunya gubernur akan mempertimbangkan yang terbaik untuk masyarakat.
"Saya laporkan ke gubernur dan keputusannya tunggu apa yang disampaikan gubernur. Saya yakin gubernur mencari solusi yang terbaik," tuturnya.
Menanggapi belum selesainya jalan khusus dan belum bisa dilalui angkutan batu bara per 1 April 2012, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi menyatakan, kalau memang jalan khususnya belum selesai, tentunya harus diantisipasi.
Jalan khusus itu awalnya ditujukan untuk angkutan batu bara, namun pada tahap awal penyelesaiannya sekarang ini, angkutan batubara mungkin sementara menggunakan kendaraan kecil yang tidak melebihi tonase.
"Namun penyelesaiannya memang harus didorong dan harus dikejar terus agar jalan khusus itu terealisasikan," ujarnya. (ANT-SUS)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
