
Ikan asap diminati warga luar Palembang

Palembang, (ANTARA News) - Peminat ikan asap yang dijual pedagang di pinggir jalan di Kawasan Musi II tidak hanya warga Kota Palembang, tetapi juga berasal dari luar kota.
Mereka yang membeli ikan asap (ikan yang dimasak dengan cara pengasapan-red) sebagian warga kota ini dan luar kota, kata salah seorang pedagang di Kawasan Musi II, Holilah di Palembang, Rabu.
Menurut dia, masyarakat yang membeli ikan asap itu dari kendaraan melintas di Kawasan Musi II Palembang.
"Saya sudah mulai menggelar dagangan ikan asap ini sejak pagi hingga sore hari," katanya.
Ia mengatakan, ikan asap yang dijualnya itu ada dibuat sendiri dan sebagian mengambil dari pasar kemudian dijual kembali di sini.
Kalau buat sendiri butuh waktu dua hari sehingga ikannya kering dan bisa dijual, ujar Holilah yang mengaku sudah berjualan selama delapan tahun di kawasan tersebut.
Biasanya kalau buat sendiri itu sekitar 30 sampai 40 kilogram dan diasap di tempat mereka berjualan tersebut.
Ia menyatakan, harga ikan asap itu bervariasi mulai Rp60 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram tergantung dengan jenis ikan.
Untuk ikan asap patin, ikan baung dan ikan lele yang kecil dijual Rp60 ribu per kilogram, sedangkan ikan gabus Rp85 ribu per kilogram dan ikan toman Rp100 ribu per kilogram, jelas dia.
Ia menuturkan, ikan asap itu banyak pembelinya pada saat bulan puasa, sedangkan sekarang ini tidak terlalu banyak peminat, paling dalam sehari mengantongi Rp300 ribu, sedangkan pada bulan Suci Ramadhan bisa Rp500 ribu sampai Rp600 ribu.
Akan tetapi, dari berjualan ikan asap itu hasilnya cukup lumayan, karena bisa membantu meringankan beban suami dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, demikian Holilah. (ANT-SUS)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
