Logo Header Antaranews Sumsel

Beras Jambi banyak dipasarkan ke luar daerah

Jumat, 20 Januari 2012 14:34 WIB
Image Print

Jambi, (ANTARA News) - Produksi yang dihasilkan daerah sentra penghasil padi di Provinsi Jambi lebih banyak dipasarkan ke luar daerah, sehingga memicu harga di pasaran lokal masih tinggi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Hanif Lubis di Jambi, Jumat mengatakan, sejak tiga tahun terakhir provinsi tersebut sudah mampu swasembada beras, namun produksi beras lebih banyak dipasarkan atau dikirim ke luar daerah.

"Petani lebih memilih menjual dan memasarkan berasnya ke provinsi tetangga, karena dinilai lebih menguntungkan," katanya.

Ia menyebutkan, dua tahun terakhir Provinsi Jambi sudah swasembada beras, namun bagi petani daerah lumbung padi tersebut lebih memilih menjual dan memasarkan ke luar daerah.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur daerah lumbung padi di kawasan pantai timur, lebih memilih menjual atau memasarkan berasnya ke provinsi Kepulauan Riau.

Sementara hal yang sama juga dilakukan petani wilayah paling barat Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci dan Merangin, juga daerah lumbung padi memasarkan berasnya ke Sumatera Barat.

Beras yang beredar di pasaran untuk memenuhi kebutuhan lokal sebagian besar berasal dari Provinsi sumatera selatan.

Sebagian beras di pasaran ada juga berasal dari Sumatera barat, namun berasal dari Kabupaten Kerinci yang sudah dikemas dan dioplos.

Mekanisme pasar antardaerah tersebut menyebabkan harga beras di pasaran, kini masih tinggi, yakni untuk ukuran medium atau standar Bulog paling rendah Rp7.500/kg, sementara beras kualitas bagus di atas Rp8.500/kg.

"Produksi padi 2010 mencapai 660.986 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami peningkatan sebesar 16.039 ton (2,49 persen) dibandingkan tahun 2009, diprediksi produksi 2011 juga meningkat, namun saat ini masih dalam penghitungan," kata Hanif Lubis.(ANT-M037/M033)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026