
DKP Bangka sebarkan 105 unit atraktor cumi

Sungailiat, Bangka, (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada pertengahan 2012 akan menyebarkan 105 unit atraktor cumi untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan di daerah itu.
"Saat ini, kami sedang mencari lokasi penyebaran atraktor cumi yang cocok dan belum tercemar aktivitas penambangan bijih timah di perairan Bangka," ujar Kabid Perikanan Tangkap DKP Bangka, Hermansyah di Sungailiat, Jumat.
Ia menjelaskan, atraktor cumi ini merupakan hasil teknologi tepat guna untuk memancing cumi untuk bermain dan berkumpul di sekitar alat tersebut, sehingga nelayan dengan mudah menangkap cumi tersebut.
Alat atraktor ini sebenarnya merupakan alat sejenis rumpon dengan desain menyerupai bentuk seperti kelopak bunga yang terbuat dari ban bekas yang dibenamkan di dasar laut, agar cumi-cumi betah berada di dalam sarang buatan ini.
Di dalam atraktor ditempatkan serabut-serabut dari tali agar mirip tumbuhan laut, tempat cumi-cumi biasa meletakkan telurnya, sementara di bagian atas atraktor ditutupi plastik hitam agar kondisi di dalam rumpon gelap tak tersentuh cahaya matahari karena cumi-cumi tergolong hewan yang aktif di saat malam hari, sehingga induk cumi-cumi ini mudah berkembang biak dalam atraktor.
"Dengan bantuan atraktor ini akan meningkatkan hasil tangkapan cumi nelayan, pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan," ujarnya.
Menurut dia, hasil tangkapan cumi nelayan terus mengalami penurunan karena maraknya aktivitas penambangan bijih timah yang beroperasi kawasan terumbu karang yang sebetulnya menjadi tempat cumi berkembang biak.
Selama 2011, hasil tangkapan cumi nelayan di Kabupaten Bangka tersebar enam kecamatan sebanyak 881.717 kilogram dengan nilai Rp22.135.894.000, dengan rincian hasil tangkapan cumi nelayan di Kecamatan Sungailiat sebanyak 292.207 kilogram dengan nilai Rp7.335.996.500.
Hasil tangkapan cumi nelayan Belinyu sebanyak 197.236 kilogram atau senilai Rp4.951.698.000, tangkapan cumi nelayan Riau Silip sebanyak 150.484 kilogram atau Rp3.777.971.500, tangkapan cumi nelayan Puding Besar 54.783 kilogram atau Rp1.357.343.000.
Selanjutnya, tangkapan cumi nelayan Merawang sebanyak 77.432 kilogram atau senilai Rp1.943.961.000 dan tangkapan cumi nelayan Mendo Barat sebanyak 109.575 kilogram atau senilai Rp2.750.924.000.
"Saat ini, nelayan sulit untuk meningkatkan hasil tangkapan cumi karena cumi-cumi tersebut semakin menjauh ke tengah laut karena sebagian besar penambangan bijih timah mengunakan kapal isap, kapal keruk dan tambang timah apung beroperasi di pesisir pantai," ujarnya.
Ia mengatakan, atraktor cumi ini sebagai pemijahan sehingga memudahkan cumi-cumi menempelkan telurnya seperti pada rumput laut sehingga bisa berkembang biak, sehingga nelayan tidak perlu lagi mencari cumi jauh ke tengah laut yang membahayakan keselamatan nelayan tersebut.
"Kami berharap nelayan menjaga atraktor cumi yang ditebakan ini sehingga terhindar dari penjarahan," ujarnya.
(ANT/KR-WRA)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
