Logo Header Antaranews Sumsel

Pengusaha Pempek Tingkatkan Produksi

Senin, 21 November 2011 13:11 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Sejumlah pengusaha industri kecil rumah tangga khusus pembuatan pempek atau makanan khas Palembang selama berlangsungnya SEA Games XXVI meningkatkan produksi sekitar 20 persen dari biasanya.

"Selama berlangsungnya kegiatan SEA Games XXVI/11-22 November 2011, kami meningkatkan produksi pempek dan makanan khas sejenisnya sekitar 20 persen dari hari-hari biasa, karena banyak dipesan oleh para pelanggan," kata Mangdin, pengusaha makanan khas di Palembang, Senin.

Produksi makanan khas seperti pempek "kapal selam" yang bahan bakunya tepung terigu dan ikan giling di dalamnya terdapat telor, lenjer atau pempek panjang tanpa isi dan pempek campuran umumnya dipesan pelanggan.

Para pelanggan selama SEA Games ini memesan jumlahnya melebihi dari hari-hari biasa, karena banyak diminati baik warga Sumsel yang datang selama berlangsungnya pesta olahraga akbar itu maupun warga luar provinsi dan bahkan dari luar negeri.

Mengenai harga jual khusus kepada pemesan dari luar kota, menurut pemilik usaha industri kecil makanan khas yang nama lengkapnya Kgs. H Syarifuddin ini, disediakan paket dengan harga bervariasi.

"Aneka makanan khas tersebut terdiri atas paket A khusus pempek kecil campuran mulai harga terendah Rp50 ribu hingga tertinggi Rp200 ribu. Paket A tersebut hanya satu macam pempek kecil campuran sesuai keinginan kalau yang isi 33 buah dipatok Rp50 ribu, dan isi 135 buah Rp200 ribu per paket. Sedangkan paket B mulai dari terendah Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per paket. Paket B terendah terdiri atas 11 buah pempek kecil campuran, dua pempek lenjer, dua pempek kapal selam," katanya.

Dikatakannya, selain aneka pempek juga disediakan jenis makanan khas lainnya seperti "lempok" yang bahan bakunya terbuat dari durian dengan harga Rp70 ribu per kg, kempelang dengan beberapa jenis kualitas harga terendah 30 ribu dan termahal jenis super Rp44 ribu per kg, serta kerupuk dengan harga jual terendah Rp22 ribu hingga 32 ribu per kg.

"Jadi konsumen dapat menyesuaikan dengan selera dan kemampuan keuangan," katanya. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026