Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkot Pagaralam antisipasi bencana alam

Senin, 21 November 2011 11:29 WIB
Image Print

Pagaralam, Sumsel, (ANTARA News) - Pemerintah Kota Pagaralam, Sumatera Selatan menyiagakan lima alat berat untuk mengantisipasi bencana alam, longsor dan banjir bandang yang berpotensi terjadi di daerah itu memasuki musim penghujan.

"Saat ini kita sudah menghadapi musim hujan dan bencana alam mulai mengintai terutama di daerah aliran sungai maupun kawasan perbukitan, sehingga perlu disiagakan alat berat seperti eskavator dan buldoser," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Edy Thamrin, di Pagaralam, Senin.

Menurut dia, bencana longsor merupakan ancaman yang perlu diwaspadai memasuki musim hujan bulan Oktober hingga Desember 2011 yang merupakan penghujung tahun.

"Kita baru menyiapkan satu alat berat di kantor Camat Dempo Selatan untuk mengantisipasi bila terjadi bencana longsor dan banjir bandang. Sedangkan truk dan buldoser disiagakan di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Utara, termasuk Pagaralam Utara," kata dia.

Ada lima titik daerah yang harus diwaspadai memasuki musim hujan, yaitu kawasan Kelurahan Gunung Dempo, Dempo Makmur, Ujanmas, Pelangkenidai, dan Pagaragung. Beberapa daerah itu merupakan daerah aliran sungai dan berada di kaki Gunung Dempo dan kawasan Bukit Barisan.

Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Pagaralam, Agustiar Effendi menjelaskan bahwa kondisi jalur jalan utama Pagaralam-Lahat sebagian besar berada di derah perbukitan, sehingga terdapat banyak jalan sempit, menanjak dan ditambah tikungan tajam, untuk itu perlu disiapkan mobil derek.

"Ada dua daerah yang medannya menanjak dan rawan terjadi bencana alam berupa longsor, ditambah lagi tikungan cukup tajam, sehingga sering menyulitkan bagi kendaraan khususnya pengangkut barang melaluinya," ujarnya.

Dia merincikan, di kawasan tikungan Indikat, Dusun Mingkik, Kelurahan Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan, dan daerah lokasi wiasata air terjun Lematang Indah di Dusun Prahudipo, Kelurahan Prahudipo, Kecamatan Dempo Selatan merupakan daerah yang rawan bencana alam tersebut.

"Pada dua lokasi ini sudah puluhan mobil pengangkut barang maupun penumpang, termasuk kendaraan pribadi yang terperosok masuk jurang sedalam ratusan meter," kata dia.

Wakil Wali Kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati mengatakan, pada musim hujan Pagaralam rawan terjadi bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir bandang, bahkan pernah terjadi peristiwa tanah bergerak di Dempo Selatan, sehingga perlu disiagakan alat berat sejak dini.

"Alat berat harus disiagakan di daerah yang sering terjadi longsor. Daerah yang sering mengalami bencana alam ini kebanyakan berada di perbatasan dengan Kabupaten Lahat yang banyak terdapat perbukitan dan jalur sungai," ujar dia. (ANT-127)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026