Baturaja (ANTARA) - PT Semen Baturaja memperkenalkan tiga program pemberdayaan bagi warga Air Gading, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan yaitu Rumah Cacing Berdaya (RUCIDA), Baturaja Ternak Ikan Kreatif (BATIK), dan Aquaponic.
Senior Manager of Corporate Social Responsibility (CSR) SMBR, Andy Aprizal di Baturaja, Rabu mengatakan bahwa program ini ditujukan untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar perusahaan.
"SMBR tidak hanya berfokus pada bisnis, namun juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, dipilihnya Kelurahan Air Gading sebagai lokasi percontohan karena kawasan ini memiliki potensi yang bisa dikelola oleh masyarakat dalam tiga program unggulan tersebut.
"Dari hasil survei dan melihat kesiapan warganya, kami memilih Air Gading karena Karang Taruna dan Ibu PPK di sini sangat aktif," jelasnya.
Semen Baturaja juga akan mengadakan pelatihan lanjutan pada tahun ini untuk memperdalam keterampilan peserta dalam mengelola usaha berbasis lingkungan tersebut.
"Melalui RUCIDA, BATIK, dan Aquaponic, SMBR ingin membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar," tegasnya.
Selain tiga program tersebut, Semen Baturaja juga telah menjalankan berbagai program TJSL berkelanjutan lainnya yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Diantaranya Program Eco Cafe hasil kolaborasi SMBR bersama UMKM binaan Rumah BUMN “Ngopi Kuday” dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU serta Program Economic & Education Bee Farm.
Sejak diresmikan pada 2023, Program Eco Cafe telah menjadi pelopor kafe ramah lingkungan pertama di Kabupaten OKU di mana pengunjung dapat menukarkan sampah plastik dengan segelas kopi.
Hingga tahun 2025, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 182,3 ton kardus dan plastik yang ditukarkan oleh masyarakat.
"Inisiatif ini bukan hanya menjadi ruang rekreasi dan edukasi lingkungan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular," ujar dia.
Kemudian, program Economic & Education Bee Farm yaitu inisiatif pengelolaan areal pasca tambang yang berhasil diubah menjadi lahan produktif untuk budidaya lebah trigona penghasil madu alami.
Program ini telah dijalankan di Desa Laya sejak 2023 dan diperluas ke Desa Pusar pada April 2025 karena meningkatnya minat masyarakat.
Hingga September 2025, hasil panen madu trigona di Desa Laya telah mencapai 26.995 ml yang telah dipasarkan melalui Rumah BUMN Baturaja dengan label “Madu DIHI” yang menjadi salah satu produk unggulan binaan SMBR di bidang ekonomi berkelanjutan.
Sementara, Lurah Air Gading, Arif Sobirin mengapresiasi inisiatif SMBR yang dinilainya sejalan dengan kebutuhan warga.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Air Gading karena sesuai dengan potensi dan kebutuhan warga kami. Selama ini, masyarakat sudah terbiasa bergerak bersama dalam kegiatan lingkungan dan ekonomi kreatif," ungkapnya.
Dengan adanya dukungan dari Semen Baturaja, ia optimistis masyarakat Air Gading bisa mandiri, menghasilkan tambahan pendapatan, serta berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah ini.
"Kami berharap pelatihan lanjutan nantinya dapat semakin memperkuat kapasitas warga dalam mengelola program ini secara berkelanjutan,” ujar Arif.