Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani (NTP) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) 132,94 atau naik 1,24 persen pada periode Maret 2025 ketimbang Februari 2025 mencapai 131,32.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Selasa mengatakan bahwa kenaikan NTP itu dipengaruhi lonjakan harga komoditas pada tingkat petani  2,88 persen. Sedangkan, indeks harga yang dibayar petani juga mengalami kenaikan 1,62 persen.

Kenaikan NTP Maret 2025 itu juga dipengaruhi oleh naiknya NTP pada subsektor tanaman pangan 3,66 persen, perkebunan 0,94 persen, dan peternakan 0,82 persen.

Sedangkan, NTP subsektor yang mengalami penurunan, yaitu subsektor hortikultura  5,96 persen, perikanan 1,14 persen, perikanan tangkap 1,11 persen, dan perikanan budi daya 1,08 persen.

"Komoditas penyumbang andil NTP terbesar pada Maret 2025, yaitu karet, gabah, kopi, kelapa sawit, dan jagung," katanya.


Kemudian, untuk indeks konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan dari 123,58 menjadi 126,09 atau naik  2,03 persen.

Kenaikan itu disebabkan naiknya indeks pada semua kelompok, mulai dari makanan, minuman, dan tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

"Nilai tukar usaha petani (NTUP) Sumsel pada periode Maret 2025 sebesar 136,18 atau naik 2,80 persen jika dibandingkan dengan NTUP bulan sebelumnya," kata Wahyu.

 


Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026