Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Selatan menyebutkan bahwa rukyat atau pemantauan hilal 1446 Hijriah/2025 menentukan 1 Ramadhan di Kota Palembang, Sumsel, terkendala cuaca hujan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel Syafitri Irwan usai memantau hilal di Palembang, Jumat mengatakan bahwa matahari terbenam pada pukul 18:19:22 WIB. Sementara hilal terbenam pada 18:38:35 WIB.
Ia menambahkan ketinggian Azimut matahari 262 derajat 9 menit 30 derajat 47 menit 37 detik dari utara ke timur, sementara ketinggian hilal 4 derajat 13 menit 6 detik di atas ufuk Mar'i lama Hilal di atas pupuk 10 jam 32 menit 34 detik
"Walaupun hilal pada sore ini ada kemungkinan dapat di rukyat, namun untuk Kota Palembang tidak dapat di rukyat karena pengaruh cuaca," katanya.
Ia menerangkan hal itu berdasarkan kriteria ketinggian hilal minimal tiga derajat dan sudut Elongsi minimal 6,4 derajat.
Oleh karena itu tanggal 1 Ramadhan 1445 Hijriyah diperkirakan jatuh pada hari Sabtu 1 Maret 2025.
Hasil Rukyat sore ini, langsung disampaikan kepada Kemenag RI untuk menjadi bahan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1446 H melalui Sidang Itsbat.
Meski penetapan 1 Ramadhan tahun ini berbeda dengan Muhammadiyah, ia mengimbau perbedaan tersebut tidak dijadikan bahan pemecah silaturahim.
"Perbedaan merupakan hal yang lumrah, maka jangan jadikan itu sebagai pemecah silaturahim dan harmonisasi masyarakat Muslim di Sumsel," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rukyat hilal awal Ramadhan 1446 Hijriah di Palembang terkendala cuaca