Kilang Pertamina Plaju bina dua desa energi berdikari
Jumat, 29 November 2024 6:31 WIB
Salah satu desa energi berdikari binaan Kilang Pertamina Plaju Palembang. ANTARA/HO-Kilang Plaju/24
Palembang (ANTARA) - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang membina dua desa energi berdikari (DEB) di Sumatera Selatan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
"Dua desa yang dibina dan menjalankan program DEB yakni Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim dan Merbau di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT KPI, Siti Rachmi Indahsari, di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, melalui program DEB itu pihaknya menghadirkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan memanfaatkan debit aliran air danau dan sungai yang ada di desa tersebut.
PLTMH di Rantau Dedap Muara Enim kini bisa memenuhi kebutuhan energi listrik 53 keluarga dengan kapasitas daya total 18 kW dari tiga turbin.
Program DEB itu terus dikembangkan dan saat ini tengah dijalankan proyek pembangunan power house, perbaikan sistem transmisi, dan pelibatan masyarakat dalam operasional turbin.
Sebuah turbin baru berdaya 12 kW sedang dibangun di aliran Danau Deduhuk, Muara Enim yang ditargetkan rampung pada awal 2025.
Turbin baru PLTMH itu nantinya bisa memberikan akses listrik kepada 50 keluarga tambahan di Rantau Dedap yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik PT PLN.
Program DEB ini memperluas keberhasilan elektrifikasi sebelumnya di Desa Merbau, Kabupaten OKU Selatan, yang PLTMH-nya memanfaatkan debit air aliran Danau Ranau.
Selain itu, program desa energi berdikari juga menghadirkan PLTMH di Dusun Selpah, Kabupaten Lahat yang sebelumnya sulit dijangkau jaringan listrik PLN.
Dengan daya 10 kW dari aliran Sungai Endikat, 21 keluarga kini dapat menikmati listrik yang mendukung kebutuhan sehari-hari.
Keberhasilan program tersebut menjadi inspirasi untuk mengembangkan proyek energi baru terbarukan (EBT) lainnya, seperti PLTS di Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.
Desa Singapure menjadi bukti nyata bagaimana DEB membawa dampak positif berkat instalasi PLTS 2,2 kW di atas gedung PAUD Anggrek, sehingga kebutuhan listrik untuk pendidikan, pelayanan administrasi desa, hingga pengolahan kopi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa terpenuhi.
Program itu sejalan dengan misi mendukung energi bersih, tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs), dan prinsip environmental, social & governance (ESG).
"Kami ingin menghadirkan energi berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga alam," kata Rachmi.
Sebelumnya Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa DEB merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina di pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan, sekaligus peningkatan perekonomian masyarakat desa.
Hingga Oktober 2024, Pertamina telah mengoperasikan 102 DEB di sejumlah provinsi di tanah air.
"Selain mendukung swasembada energi, program DEB juga berperan penting dalam mengurangi emisi sejalan dengan target pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060. Setiap tahun, program DEB Pertamina berhasil menurunkan karbon emisi sebesar 729.127 ton Co2eq," jelas Fadjar.
"Dua desa yang dibina dan menjalankan program DEB yakni Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim dan Merbau di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT KPI, Siti Rachmi Indahsari, di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, melalui program DEB itu pihaknya menghadirkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan memanfaatkan debit aliran air danau dan sungai yang ada di desa tersebut.
PLTMH di Rantau Dedap Muara Enim kini bisa memenuhi kebutuhan energi listrik 53 keluarga dengan kapasitas daya total 18 kW dari tiga turbin.
Program DEB itu terus dikembangkan dan saat ini tengah dijalankan proyek pembangunan power house, perbaikan sistem transmisi, dan pelibatan masyarakat dalam operasional turbin.
Sebuah turbin baru berdaya 12 kW sedang dibangun di aliran Danau Deduhuk, Muara Enim yang ditargetkan rampung pada awal 2025.
Turbin baru PLTMH itu nantinya bisa memberikan akses listrik kepada 50 keluarga tambahan di Rantau Dedap yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik PT PLN.
Program DEB ini memperluas keberhasilan elektrifikasi sebelumnya di Desa Merbau, Kabupaten OKU Selatan, yang PLTMH-nya memanfaatkan debit air aliran Danau Ranau.
Selain itu, program desa energi berdikari juga menghadirkan PLTMH di Dusun Selpah, Kabupaten Lahat yang sebelumnya sulit dijangkau jaringan listrik PLN.
Dengan daya 10 kW dari aliran Sungai Endikat, 21 keluarga kini dapat menikmati listrik yang mendukung kebutuhan sehari-hari.
Keberhasilan program tersebut menjadi inspirasi untuk mengembangkan proyek energi baru terbarukan (EBT) lainnya, seperti PLTS di Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.
Desa Singapure menjadi bukti nyata bagaimana DEB membawa dampak positif berkat instalasi PLTS 2,2 kW di atas gedung PAUD Anggrek, sehingga kebutuhan listrik untuk pendidikan, pelayanan administrasi desa, hingga pengolahan kopi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa terpenuhi.
Program itu sejalan dengan misi mendukung energi bersih, tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs), dan prinsip environmental, social & governance (ESG).
"Kami ingin menghadirkan energi berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga alam," kata Rachmi.
Sebelumnya Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa DEB merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina di pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan, sekaligus peningkatan perekonomian masyarakat desa.
Hingga Oktober 2024, Pertamina telah mengoperasikan 102 DEB di sejumlah provinsi di tanah air.
"Selain mendukung swasembada energi, program DEB juga berperan penting dalam mengurangi emisi sejalan dengan target pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060. Setiap tahun, program DEB Pertamina berhasil menurunkan karbon emisi sebesar 729.127 ton Co2eq," jelas Fadjar.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kilang Plaju gelar asesmen pengamanan ruang udara dan audit Sistem Manajemen Pengamanan
26 August 2026 15:33 WIB
Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa salurkan 75 ribu liter air bersih untuk korban gempa Sigi Sulteng
22 August 2026 12:52 WIB
Pekerja Pertamina Kilang Plaju teguhkan komitmen ketahanan energi pada HUT ke-81 RI
18 August 2026 20:18 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Semen Baturaja pasok material pembangunan pagar konservasi gajah Way Kambas sepanjang 138 Km
16 jam lalu
Bank Sumsel Babel hadirkan promo Kredit Serba Guna berhadiah cashback 0,2 persen
07 September 2026 12:46 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 makanan pada Hari Pelanggan Nasional 2026
07 September 2026 10:47 WIB