Desa Karang Dapo OKU panen patin hasil budi daya masyarakat
Rabu, 30 Oktober 2024 13:36 WIB
Pemerintah Desa Karang Dapo panen raya Ikan Patin di dalam kerambah apung. (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Desa Karang Dapo, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan melakukan panen raya ikan patin hasil budi daya masyarakat di wilayah setempat.
Kepala Desa Karang Dapo Martina di Baturaja, Kabupaten OKU, Rabu mengatakan bahwa budi daya ikan air tawar ini dilakukan oleh masyarakatnya di 12 unit keramba apung dan 40 unit kolam terpal.
Dia menjelaskan, budi daya ikan patin tersebut dilakukan melalui Program Ketahanan Pangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa itu.
Sejak dijalankan pada 2021 lalu, kata dia, program tersebut sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di mana saat ini para pembudidaya memiliki penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Untuk hasil panen hari ini sangat memuaskan ditaksir mencapai 5 ton ikan patin segar," katanya.
Menurutnya, saat ini Desa Karang Dapo memiliki sebanyak tiga kelompok pembudidaya dengan jumlah 45 orang yang membudidayakan ikan patin di dalam keramba apung dan kolam terpal.
"Pembudidaya ini sementara waktu masih dikelola oleh BUMDesa Karang Dapo," katanya.
Hasil panen ikan tersebut, lanjut dia, sebagian besar dibagikan kepada masyarakat Desa Karang Dapo untuk dikonsumsi.
"Ada juga yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran," ujarnya.
Sementara, Asisten II, Hasan HD saat hadir dalam panen raya tersebut memberikan apresiasi atas inovasi Pemerintah Desa Karang Dapo dalam memberdayakan masyarakat di wilayah itu melalui budi daya patin.
Ia berharap, Desa Karang Dapo menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten OKU untuk berbuat yang sama dalam menciptakan inovasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Saya berharap budi daya ikan ini terus berkembang sehingga Desa Karang Dapo dapat menjadi Kampung Ikan Patin di Kabupaten OKU," ujar dia.
Kepala Desa Karang Dapo Martina di Baturaja, Kabupaten OKU, Rabu mengatakan bahwa budi daya ikan air tawar ini dilakukan oleh masyarakatnya di 12 unit keramba apung dan 40 unit kolam terpal.
Dia menjelaskan, budi daya ikan patin tersebut dilakukan melalui Program Ketahanan Pangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa itu.
Sejak dijalankan pada 2021 lalu, kata dia, program tersebut sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di mana saat ini para pembudidaya memiliki penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Untuk hasil panen hari ini sangat memuaskan ditaksir mencapai 5 ton ikan patin segar," katanya.
Menurutnya, saat ini Desa Karang Dapo memiliki sebanyak tiga kelompok pembudidaya dengan jumlah 45 orang yang membudidayakan ikan patin di dalam keramba apung dan kolam terpal.
"Pembudidaya ini sementara waktu masih dikelola oleh BUMDesa Karang Dapo," katanya.
Hasil panen ikan tersebut, lanjut dia, sebagian besar dibagikan kepada masyarakat Desa Karang Dapo untuk dikonsumsi.
"Ada juga yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran," ujarnya.
Sementara, Asisten II, Hasan HD saat hadir dalam panen raya tersebut memberikan apresiasi atas inovasi Pemerintah Desa Karang Dapo dalam memberdayakan masyarakat di wilayah itu melalui budi daya patin.
Ia berharap, Desa Karang Dapo menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten OKU untuk berbuat yang sama dalam menciptakan inovasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Saya berharap budi daya ikan ini terus berkembang sehingga Desa Karang Dapo dapat menjadi Kampung Ikan Patin di Kabupaten OKU," ujar dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota Komisi VII DPR RI Bane Manalu dorong penguatan daya saing tenun ulos
02 December 2025 8:10 WIB
Dinkes Kota Palembang sosialisasi tingkatkan daya tahan tubuh saat musim hujan
11 November 2025 19:43 WIB
Dinas Pertanian Sumsel uji coba budi daya padi apung, gunakan lahan 9 hektare di JSC
14 June 2025 19:31 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB