Dinkes OKU lakukan pelacakan kasus Tuberkulosis
Kamis, 3 Oktober 2024 20:02 WIB
Ilustrasi - Dokter saat memeriksa pasien penyakit Tuberkulosis (TBC). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah.)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan melakukan pelacakan kasus Tuberkulosis atau TBC guna menekan angka penyebarannya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes OKU Andi Prapto di Baturaja, Kamis, mengatakan bahwa pelacakan kasus ini dilakukan melalui Program Eliminasi TBC Tahun 2024.
Dalam program tersebut, pihaknya menargetkan melacak sebanyak 1.972 kasus TBC untuk ditangani guna menekan angka penyebaran di wilayah setempat.
"Hingga saat ini temuan kasus TBC di Kabupaten OKU sudah mencapai 741 kasus," katanya.
Untuk mengejar target tersebut, saat ini pihaknya melakukan pelacakan kasus melalui gerakan Temukan Tuberkulosis dan Obati Sampai Sembuh (TOSS) bagi masyarakat yang berisiko mengidap TBC.
Kemudian, memberikan pengobatan Tuberkulosis Preventive Treatment (TPT) kepada masyarakat di wilayah itu yang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis.
Pihaknya juga menjalin kolaborasi lintas program dalam penjaringan terduga TBC di jejaring internal fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di wilayah itu.
"Dinas Kesehatan OKU juga melalui tenaga kesehatan di seluruh puskesmas melakukan uji skrining di tempat-tempat yang disinyalir berisiko TBC," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko penularan TBC, masyarakat juga diimbau mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dekat dengan penderita TBC, memakai masker dan memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan.
"Melalui upaya-upaya ini diharapkan Kabupaten OKU benar-benar bebas dari penyebaran penyakit TBC," ujar dia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes OKU Andi Prapto di Baturaja, Kamis, mengatakan bahwa pelacakan kasus ini dilakukan melalui Program Eliminasi TBC Tahun 2024.
Dalam program tersebut, pihaknya menargetkan melacak sebanyak 1.972 kasus TBC untuk ditangani guna menekan angka penyebaran di wilayah setempat.
"Hingga saat ini temuan kasus TBC di Kabupaten OKU sudah mencapai 741 kasus," katanya.
Untuk mengejar target tersebut, saat ini pihaknya melakukan pelacakan kasus melalui gerakan Temukan Tuberkulosis dan Obati Sampai Sembuh (TOSS) bagi masyarakat yang berisiko mengidap TBC.
Kemudian, memberikan pengobatan Tuberkulosis Preventive Treatment (TPT) kepada masyarakat di wilayah itu yang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis.
Pihaknya juga menjalin kolaborasi lintas program dalam penjaringan terduga TBC di jejaring internal fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di wilayah itu.
"Dinas Kesehatan OKU juga melalui tenaga kesehatan di seluruh puskesmas melakukan uji skrining di tempat-tempat yang disinyalir berisiko TBC," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko penularan TBC, masyarakat juga diimbau mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dekat dengan penderita TBC, memakai masker dan memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan.
"Melalui upaya-upaya ini diharapkan Kabupaten OKU benar-benar bebas dari penyebaran penyakit TBC," ujar dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan nutrisi untuk pasien TBC di empat Puskesmas
21 April 2026 13:50 WIB