BI Sumsel siapkan Rp5,3 triliun untuk penukaran uang layak edar
Senin, 18 Maret 2024 22:00 WIB
Kepala BI Sumsel Ricky P Gozali di Palembang, Senin (18/3/2024). (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)
Palembang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan (BI Sumsel) menyiapkan layanan penukaran uang layak edar senilai Rp5,3 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama momen Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Kepala BI Sumsel Ricky P Gozali usai kick off Semarak Rupiah Ramadhan dan Idul Fitri (Serambi) 2024 di Palembang, Senin, mengatakan jumlah uang tersebut mengalami peningkatan sekitar 12 persen apabila dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp4,7 triliun.
Adapun uang tukaran yang disediakan meliputi uang pecahan besar yakni dengan nominal Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100 ribu dan juga uang pecahan kecil yakni Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 dan Rp10.000.
“Bank Indonesia menyediakan uang tukaran lebih besar dari tahun sebelumnya. Secara nasional, diperkirakan kebutuhan penukaran uang senilai Rp197,6 triliun atau naik sebesar 4,65 persen dari tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan meningkatnya jumlah penyediaan uang tukar baik pada tingkat nasional maupun Sumsel itu dikarenakan kondisi aktivitas masyarakat serta perekonomian yang kembali pulih.
Oleh sebab itu, pihaknya memproyeksikan akan ada pengaruh pada jumlah kebutuhan uang masyarakat utamanya pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
“Pandemi COVID-19 telah berakhir maka aktivitas masyarakat mulai bertumbuh sehingga proyeksinya kita akan terjadi kenaikan kebutuhan uang masyarakat,” jelasnya.
Layanan penukaran uang ini diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, likuiditas terjaga dengan baik, pecahannya pas dan uangnya layak edar, kata Ricky.
Kepala BI Sumsel Ricky P Gozali usai kick off Semarak Rupiah Ramadhan dan Idul Fitri (Serambi) 2024 di Palembang, Senin, mengatakan jumlah uang tersebut mengalami peningkatan sekitar 12 persen apabila dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp4,7 triliun.
Adapun uang tukaran yang disediakan meliputi uang pecahan besar yakni dengan nominal Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100 ribu dan juga uang pecahan kecil yakni Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 dan Rp10.000.
“Bank Indonesia menyediakan uang tukaran lebih besar dari tahun sebelumnya. Secara nasional, diperkirakan kebutuhan penukaran uang senilai Rp197,6 triliun atau naik sebesar 4,65 persen dari tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan meningkatnya jumlah penyediaan uang tukar baik pada tingkat nasional maupun Sumsel itu dikarenakan kondisi aktivitas masyarakat serta perekonomian yang kembali pulih.
Oleh sebab itu, pihaknya memproyeksikan akan ada pengaruh pada jumlah kebutuhan uang masyarakat utamanya pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
“Pandemi COVID-19 telah berakhir maka aktivitas masyarakat mulai bertumbuh sehingga proyeksinya kita akan terjadi kenaikan kebutuhan uang masyarakat,” jelasnya.
Layanan penukaran uang ini diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, likuiditas terjaga dengan baik, pecahannya pas dan uangnya layak edar, kata Ricky.
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mudahkan transaksi, pembayaran digital Indonesia bisa digunakan di Alipay mulai Mei 2026
11 March 2026 8:39 WIB
BI Sumsel: Realisasi penukaran uang sambut Lebaran 2026 tembus Rp121,4 miliar
05 March 2026 4:32 WIB
Pengguna QRIS di Sumsel meningkat, BI catat nilai transaksi tembus Rp3,4 triliun
29 January 2026 21:01 WIB
IHSG cetak level tertinggi baru seiring ekspektasi BI bakal tahan suku bunga acuan
19 January 2026 17:34 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pertamina Patra Niaga tebar promo spesial BBM dan Bright Gas selama Lebaran 2026
26 March 2026 19:43 WIB
Lembaga riset NEXT Indonesia: Perputaran uang tunai Lebaran 2026 tembus Rp1.370 triliun
26 March 2026 19:41 WIB