Di Subang ada lomba bayi sehat dan gemoy
Minggu, 10 Desember 2023 22:06 WIB
Tokoh masyarakat Dedi Mulyadi saat bersama peserta dan pengunjung lomba bayi sehat dan gemoy di Subang Jawa Barat. (ANTARA/HO-Dok Dedi Mulyadi).
Subang (ANTARA) - Lomba Bayi Sehat dan Gemoy yang digelar oleh tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama warga Kampung Pakuan Kabupaten Subang cukup meriah karena membludaknya peserta dan pengunjung.
"Pengumuman lomba ini diumumkan sekitar lima hari lalu. Tapi pesertanya sangat banyak," kata Pap Godo, salah satu panitia Lomba Bayi Sehat dan Gemoy di Subang, Minggu.
Dia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung di Lembur Pakuan Subang hari Minggu ini diikuti sekitar 800 peserta.
Menurut dia, suasana acara terasa sangat meriah karena membludaknya pengunjung. Terutama, karena setiap peserta lomba, rata-rata diantar oleh minimal tiga orang.
Kondisi itu sempat membuat panitia kerepotan dalam menyediakan konsumsi.
“Sebenarnya untuk konsumsi itu sudah kita antisipasi. Misalnya, karena peserta terdaftar ada 800 orang, maka kita siapkan konsumsi makan itu untuk 1.000 orang. Tapi ternyata yang datang membludak, karena tiap peserta diantar oleh minimal tiga orang,” kata Pap Godo.
Lomba Bayi Sehat dan Gemoy yang diadakan warga Kampung Pakuan Subang Jawa Barat itu terinspirasi dari joget gemoy.
Membludaknya pengunjung yang di luar dugaan itu direspon oleh Dedi Mulyadi, salah satu tokoh Jawa Barat yang ikut hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, berkat kesigapan panitia, semuanya bisa teratasi. Tak ada pengunjung yang tak dapat konsumsi,” katanya.
Kepada sejumlah awak media, Dedi yang saat ini menjadi caleg DPR RI itu mengaku senang melihat respon warga yang antusias datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat, baik sebagai peserta lomba maupun mereka yang sekadar hadir.
Mereka di antaranya ada yang dari Tasik, Bandung, Cirebon, Cikarang Bekasi, dan lain-lain.
Saat ditanya faktor apa yang mendasari banyaknya warga yang hadir dan daftar sebagai peserta, Dedi mengatakan, bisa jadi macam-macam. Salah satunya, mungkin karena faktor untuk dapat hadiah besar yang totalnya Rp100 juta.
Hal lain, mungkin juga karena sebagian warga ingin sekalian liburan dan hiburan.
Menurut dia, jika pun ada unsur kampanyenya, maka yang dimaksud adalah kampanye untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap ancaman gizi buruk terhadap anak-anaknya. Makanya, yang dilombakan itu adalah bayi sehat dan gemoy.
"Pengumuman lomba ini diumumkan sekitar lima hari lalu. Tapi pesertanya sangat banyak," kata Pap Godo, salah satu panitia Lomba Bayi Sehat dan Gemoy di Subang, Minggu.
Dia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung di Lembur Pakuan Subang hari Minggu ini diikuti sekitar 800 peserta.
Menurut dia, suasana acara terasa sangat meriah karena membludaknya pengunjung. Terutama, karena setiap peserta lomba, rata-rata diantar oleh minimal tiga orang.
Kondisi itu sempat membuat panitia kerepotan dalam menyediakan konsumsi.
“Sebenarnya untuk konsumsi itu sudah kita antisipasi. Misalnya, karena peserta terdaftar ada 800 orang, maka kita siapkan konsumsi makan itu untuk 1.000 orang. Tapi ternyata yang datang membludak, karena tiap peserta diantar oleh minimal tiga orang,” kata Pap Godo.
Lomba Bayi Sehat dan Gemoy yang diadakan warga Kampung Pakuan Subang Jawa Barat itu terinspirasi dari joget gemoy.
Membludaknya pengunjung yang di luar dugaan itu direspon oleh Dedi Mulyadi, salah satu tokoh Jawa Barat yang ikut hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, berkat kesigapan panitia, semuanya bisa teratasi. Tak ada pengunjung yang tak dapat konsumsi,” katanya.
Kepada sejumlah awak media, Dedi yang saat ini menjadi caleg DPR RI itu mengaku senang melihat respon warga yang antusias datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat, baik sebagai peserta lomba maupun mereka yang sekadar hadir.
Mereka di antaranya ada yang dari Tasik, Bandung, Cirebon, Cikarang Bekasi, dan lain-lain.
Saat ditanya faktor apa yang mendasari banyaknya warga yang hadir dan daftar sebagai peserta, Dedi mengatakan, bisa jadi macam-macam. Salah satunya, mungkin karena faktor untuk dapat hadiah besar yang totalnya Rp100 juta.
Hal lain, mungkin juga karena sebagian warga ingin sekalian liburan dan hiburan.
Menurut dia, jika pun ada unsur kampanyenya, maka yang dimaksud adalah kampanye untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap ancaman gizi buruk terhadap anak-anaknya. Makanya, yang dilombakan itu adalah bayi sehat dan gemoy.
Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Rayakan 37 tahun berkarya, KLa Project buka Konser 'Lux Nova' dengan lagu Tinggal Sehari
08 February 2026 6:28 WIB
Film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?" diluncurkan, angkat kisah keretakan rumah tangga
01 February 2026 9:42 WIB
Sespri presiden Agung Surahman menikah, Prabowo dan Jokowi jadi saksi nikah
18 January 2026 14:05 WIB
Film Penerbangan Terakhir ungkap soal gengsi bisa menjadi "penjara" yang sangat menyiksa
17 January 2026 16:24 WIB
BPBD catat 284 bencana terjadi di Sumsel sepanjang 2025, banjir jadi yang terbanyak
09 January 2026 8:33 WIB