Sumsel berangkatkan 430 pekerja migran ke sembilan negara pada 2022
Selasa, 14 Maret 2023 23:44 WIB
BP3MI Sumsel melaksanakan verifikasi dokeum calon pekerja migran Indonesia (CPMI) program G to G ke Korea Selatan. (ANTARA/HO-BP3MI Sumsel)
Palembang (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sumatera Selatan selama tahun 2022 memberangkatkan 430 orang pekerja migran Indonesia (PMI) ke sembilan negara.
”Pelaksanaan orientasi pra pemberangkatan (OPP) tahun 2022 sebanyak 82 kali/kelas dengan jumlah peserta 430 orang PMI,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BP3MI Sumsel Angga Atmajaya di Palembang, Selasa.
Penempatan PMI Sumsel itu tersebar di sembilan negara, yakni Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, Qatar, Kuwait, Turki, Arab Saudi, dan Solomon.
Ia merincikan kebanyakan PMI itu dikirim ke Malaysia dengan total 350 orang terdiri atas 65 laki-laki dan 285 perempuan, lalu Singapura sebanyak tiga orang perempuan, Hongkong itu nihil, dan Jepang yang terdiri atas 26 laki-laki dan 31 orang perempuan atau total 57 orang.
Kemudian, Qatar terdiri atas sembilan laki-laki dan satu orang perempuan dengan total 10 orang, Kuwait sebanyak dua orang laki-laki dan satu orang perempuan, Turki hanya satu orang perempuan, Arab Saudi sebanyak orang laki-laki dan empat orang perempuan, dan Solomon itu hanya satu orang laki-laki.
”Pekerjaan para PMI tersebut itu didominasi oleh sektor perindustrian, akan tetapi kebanyakan dari mereka menjadi operator pabrik elektronik di Malaysia,” jelasnya.
Pada tahun 2022 jumlah PMI, kata dia, mengalami peningkatan yang signifikan karena melandainya kasus COVID-19 jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu 194 orang
”Pada tahun 2021 itu puncaknya pandemi COVID-19 sehingga jumlah PMI menjadi lebih sedikit,” ujarnya.
Ia mengatakan pada periode Januari-Maret Tahun 2023 jumlah PMI di Sumsel sekitar 300 orang yang telah disalurkan.
”Pelaksanaan orientasi pra pemberangkatan (OPP) tahun 2022 sebanyak 82 kali/kelas dengan jumlah peserta 430 orang PMI,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BP3MI Sumsel Angga Atmajaya di Palembang, Selasa.
Penempatan PMI Sumsel itu tersebar di sembilan negara, yakni Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, Qatar, Kuwait, Turki, Arab Saudi, dan Solomon.
Ia merincikan kebanyakan PMI itu dikirim ke Malaysia dengan total 350 orang terdiri atas 65 laki-laki dan 285 perempuan, lalu Singapura sebanyak tiga orang perempuan, Hongkong itu nihil, dan Jepang yang terdiri atas 26 laki-laki dan 31 orang perempuan atau total 57 orang.
Kemudian, Qatar terdiri atas sembilan laki-laki dan satu orang perempuan dengan total 10 orang, Kuwait sebanyak dua orang laki-laki dan satu orang perempuan, Turki hanya satu orang perempuan, Arab Saudi sebanyak orang laki-laki dan empat orang perempuan, dan Solomon itu hanya satu orang laki-laki.
”Pekerjaan para PMI tersebut itu didominasi oleh sektor perindustrian, akan tetapi kebanyakan dari mereka menjadi operator pabrik elektronik di Malaysia,” jelasnya.
Pada tahun 2022 jumlah PMI, kata dia, mengalami peningkatan yang signifikan karena melandainya kasus COVID-19 jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu 194 orang
”Pada tahun 2021 itu puncaknya pandemi COVID-19 sehingga jumlah PMI menjadi lebih sedikit,” ujarnya.
Ia mengatakan pada periode Januari-Maret Tahun 2023 jumlah PMI di Sumsel sekitar 300 orang yang telah disalurkan.
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB