Disbudpar Sumatera Selatan data kekayaan warisan budaya
Senin, 12 Desember 2022 16:20 WIB
Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal. ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan terus melakukan pendataan kekayaan warisan budaya yang ada di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.
Untuk melakukan pendataan warisan budaya dilakukan kolaborasi dengan Disbudpar di seluruh kabupaten dan kota dalam provinsi setempat, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal di Palembang, Ahad.
Menurut dia, pendataan itu merupakan salah satu upaya menjaga dan melestarikan seni budaya di provinsi ini.
Selain melakukan pendataan, pihaknya juga berupaya mendaftarkan warisan budaya untuk disertifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar tetap lestari dan diakui dunia milik masyarakat provinsi setempat.
"Berdasarkan pengalaman banyak warisan budaya masyarakat Indonesia diakui bangsa lain. Sebagai upaya perlindungan dilakukan inventaris warisan budaya dan secara bertahap diusulkan sertifikasinya ke Kemendikbud," ujarnya.
Dia menjelaskan, sejak tahun 2013, pihaknya telah memfasilitasi pendaftaran 44 warisan budaya tak benda (WBTb) dan mendapatkan sertifikat WBTb sebagai pengakuan secara nasional.
Warisan budaya yang didaftarkan itu di antaranya makan idangan, rumah rakit, tari lading, tari cancang, tari sambut, sanggan sirih, tari gegerit, tari erai-erai, jejuluk, sedekah serabi, sedekah rami, dan makanan gulo puan.
Pendaftaran warisan budaya yang ada di Sumsel akan terus dilakukan agar tidak diakui pihak lain, semakin terkenal dan diketahui oleh masyarakat Indonesia dan dunia.
Selain itu, pihaknya akan memperjuangkan untuk mendapat pengakuan Unesco atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui upaya itu diharapkan bisa memotivasi dan menghargai pelaku budaya yang telah mendedikasikan dirinya untuk menghasilkan karya bagi kemajuan kebudayaan, ujar Kadisbudpar Aufa Syahrizal.
Untuk melakukan pendataan warisan budaya dilakukan kolaborasi dengan Disbudpar di seluruh kabupaten dan kota dalam provinsi setempat, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal di Palembang, Ahad.
Menurut dia, pendataan itu merupakan salah satu upaya menjaga dan melestarikan seni budaya di provinsi ini.
Selain melakukan pendataan, pihaknya juga berupaya mendaftarkan warisan budaya untuk disertifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar tetap lestari dan diakui dunia milik masyarakat provinsi setempat.
"Berdasarkan pengalaman banyak warisan budaya masyarakat Indonesia diakui bangsa lain. Sebagai upaya perlindungan dilakukan inventaris warisan budaya dan secara bertahap diusulkan sertifikasinya ke Kemendikbud," ujarnya.
Dia menjelaskan, sejak tahun 2013, pihaknya telah memfasilitasi pendaftaran 44 warisan budaya tak benda (WBTb) dan mendapatkan sertifikat WBTb sebagai pengakuan secara nasional.
Warisan budaya yang didaftarkan itu di antaranya makan idangan, rumah rakit, tari lading, tari cancang, tari sambut, sanggan sirih, tari gegerit, tari erai-erai, jejuluk, sedekah serabi, sedekah rami, dan makanan gulo puan.
Pendaftaran warisan budaya yang ada di Sumsel akan terus dilakukan agar tidak diakui pihak lain, semakin terkenal dan diketahui oleh masyarakat Indonesia dan dunia.
Selain itu, pihaknya akan memperjuangkan untuk mendapat pengakuan Unesco atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui upaya itu diharapkan bisa memotivasi dan menghargai pelaku budaya yang telah mendedikasikan dirinya untuk menghasilkan karya bagi kemajuan kebudayaan, ujar Kadisbudpar Aufa Syahrizal.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB
Danau Ranau di OKU Selatan ramai dikunjungi wisatawan pada libur tahun baru
05 January 2026 14:42 WIB
Pemkot Palembang kembangkan kampung kreatif tingkatkan kunjungan wisatawan
27 December 2025 9:54 WIB
Kantor Berita ANTARA promosikan budaya Sulawesi lewat Festival Fotografi Celebes 2025
14 December 2025 8:17 WIB