Pelindo optimalkan sistem digitalisasi Pelabuhan Boom Baru
Jumat, 7 Oktober 2022 17:52 WIB
Akivitas di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/HO-Pelindo.
Palembang (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang mengoptimalkan digitalisasi dalam memberikan pelayanan jasa kepelabuhan di Pelabuhan Boom Baru untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan biaya logistik.
General Manager Pelindo Regional 2 Palembang Imam Rahmiyadi di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, mengatakan upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.
Pelindo melakukan digitalisasi dengan mengintegrasikan seluruh sistem pelayanan di pelabuhan dengan sistem yang dimiliki instansi pemerintah.
Sebelumnya sudah ditetapkan, Pelabuhan Palembang ini merupakan salah satu dari 14 pelabuhan yang dijadikan percontohan untuk penerapan integrasi pelayanan pelabuhan dengan instansi pemerintah.
Upaya ini dinilai memberikan dampak positif untuk peningkatan kecepatan pelayanan behandle peti kemas bersama dengan instansi Bea dan Cukai.
Semula ada 10 gerakan, kini hanya tiga gerakan pelayanan sehingga mempercepat pelayanan pemeriksaan peti kemas di Terminal Petikemas, kata dia.
Integrasi pelayanan di pelabuhan ini menggunakan Sistem Informasi Standar Pelayanan Kapal dan Barang (Inaportnet) yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan.
Integrasi yang dimaksud yaitu melalui peningkatan beberapa sistem di antaranya Single Truck Identification Data (STID), Marine Operating System (Phinnisi) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (Simon TKBM).
Pelindo ingin memberikan layanan yang cepat, efisien dan bebas pungli yang sejalan dengan strategi pemberantasan korupsi, kata dia.
Pelindo menerapkan sistem Phininisi di wilayah Palembang untuk merespon peningkatan jumlah kunjungan kapal dari 3.550 unit menjadi 3.815 unit per Agustus 2022 (yoy).
Begitu juga dengan jumlah GT kapal dari 11.039.507 GT menjadi 12.244.410 GT per Agustus 2022 (yoy).
Sementara, Sistem TID sudah diterapkan di Terminal Peti Kemas Palembang sejak tahun 2019 dan terus ditingkatkan pasca merger Pelindo pada tahun 2021.
Dengan sistem ini, data truk sudah dikoneksikan ke seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo.
Sementara Simon TKBM merupakan sistem baru yang berfungsi sebagai sistem pengawasan kinerja TKBM di Pelabuhan Palembang yang anggotanya berjumlah 1100 orang.
Sedangkan sistem phininisi merupakan sistem baru yang bertujuan untuk memudahkan pengguna jasa dalam melakukan pengajuan pelayanan. Sistem ini terkonektivitas dengan Inaportnet sehingga pengguna jasa dapat memonitor pelayanan secara online.
General Manager Pelindo Regional 2 Palembang Imam Rahmiyadi di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, mengatakan upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.
Pelindo melakukan digitalisasi dengan mengintegrasikan seluruh sistem pelayanan di pelabuhan dengan sistem yang dimiliki instansi pemerintah.
Sebelumnya sudah ditetapkan, Pelabuhan Palembang ini merupakan salah satu dari 14 pelabuhan yang dijadikan percontohan untuk penerapan integrasi pelayanan pelabuhan dengan instansi pemerintah.
Upaya ini dinilai memberikan dampak positif untuk peningkatan kecepatan pelayanan behandle peti kemas bersama dengan instansi Bea dan Cukai.
Semula ada 10 gerakan, kini hanya tiga gerakan pelayanan sehingga mempercepat pelayanan pemeriksaan peti kemas di Terminal Petikemas, kata dia.
Integrasi pelayanan di pelabuhan ini menggunakan Sistem Informasi Standar Pelayanan Kapal dan Barang (Inaportnet) yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan.
Integrasi yang dimaksud yaitu melalui peningkatan beberapa sistem di antaranya Single Truck Identification Data (STID), Marine Operating System (Phinnisi) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (Simon TKBM).
Pelindo ingin memberikan layanan yang cepat, efisien dan bebas pungli yang sejalan dengan strategi pemberantasan korupsi, kata dia.
Pelindo menerapkan sistem Phininisi di wilayah Palembang untuk merespon peningkatan jumlah kunjungan kapal dari 3.550 unit menjadi 3.815 unit per Agustus 2022 (yoy).
Begitu juga dengan jumlah GT kapal dari 11.039.507 GT menjadi 12.244.410 GT per Agustus 2022 (yoy).
Sementara, Sistem TID sudah diterapkan di Terminal Peti Kemas Palembang sejak tahun 2019 dan terus ditingkatkan pasca merger Pelindo pada tahun 2021.
Dengan sistem ini, data truk sudah dikoneksikan ke seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo.
Sementara Simon TKBM merupakan sistem baru yang berfungsi sebagai sistem pengawasan kinerja TKBM di Pelabuhan Palembang yang anggotanya berjumlah 1100 orang.
Sedangkan sistem phininisi merupakan sistem baru yang bertujuan untuk memudahkan pengguna jasa dalam melakukan pengajuan pelayanan. Sistem ini terkonektivitas dengan Inaportnet sehingga pengguna jasa dapat memonitor pelayanan secara online.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumsel terbitkan Pergub pembentukan konsorsium pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat
05 November 2025 16:29 WIB
Jembatan penghubung Nabire dan pelabuhan ambles karena gempa magnitudo 6.6
19 September 2025 12:44 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB