JBI OKU bentuk kebun entres
Rabu, 5 Oktober 2022 17:09 WIB
Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU membentuk kebun entres (mata tunas) di Desa Tanjung Sari dan Desa Kemalajaya, Kecamatan Muarajaya, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (5/10/2022). ANTARA/Edo Purmana
Baturaja (ANTARA) - Lembaga Lingkungan Hidup Jejak Bumi Indonesia (JBI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan membentuk kebun entres (mata tunas) di dua desa yaitu Desa Tanjung Sari dan Desa Kemalajaya, Kecamatan Muarajaya.
Pendiri JBI Kabupaten OKU, Hendra Setyawan di Baturaja, Rabu menjelaskan, kebun entres merupakan kebun penghasil mata tunas yang akan digunakan sebagai batang atas dalam perbanyakan tanaman produktif secara okulasi.
Di kebun entres ini masyarakat diajarkan cara pembibitan berbagai jenis tanaman produktif untuk dibudidayakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Jejak Bumi Indonesia di dua desa tersebut.
"Untuk jenis tanaman yang dibuat pembibitan adalah jenis unggul seperti durian, alpukat, duku, manggis dan lainnya," jelasnya.
Dia menjelaskan, tanaman yang sudah menjadi bibit nantinya akan ditanam di lahan kritis agar menjadi produktif sehingga dapat mensejahterakan petani di daerah itu.
"Setelah pohon-pohon itu tumbuh akan disambung pucuk atau dilakukan dengan sambung bonggol dengan entres pohon unggul sehingga menjadi produktif," katanya.
Selain meningkatkan taraf hidup petani, kata dia, program ini juga sekaligus dapat menyelamatkan kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kritis agar tetap lestari.
"Kita ketahui bersama banyak sekali kawasan hutan di Kabupaten OKU ini yang kritis akibat perambahan liar sehingga perlu dilakukan upaya pelestarian," tegasnya.
Hendra menambah berdasarkan data, dari 70,096,51 hektare (Ha) kawasan hutan di Kabupaten OKU, 64,657,89 Ha di antaranya merupakan lahan kritis termasuk DAS akibat perambahan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Oleh sebab itu melalui pembentukan kebun entres diharapkan dapat melestarikan lahan kritis di Kabupaten OKU agar produktif sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani untuk bercocok tanam," kata Hendra.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU bentuk kebun entres
Pendiri JBI Kabupaten OKU, Hendra Setyawan di Baturaja, Rabu menjelaskan, kebun entres merupakan kebun penghasil mata tunas yang akan digunakan sebagai batang atas dalam perbanyakan tanaman produktif secara okulasi.
Di kebun entres ini masyarakat diajarkan cara pembibitan berbagai jenis tanaman produktif untuk dibudidayakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Jejak Bumi Indonesia di dua desa tersebut.
"Untuk jenis tanaman yang dibuat pembibitan adalah jenis unggul seperti durian, alpukat, duku, manggis dan lainnya," jelasnya.
Dia menjelaskan, tanaman yang sudah menjadi bibit nantinya akan ditanam di lahan kritis agar menjadi produktif sehingga dapat mensejahterakan petani di daerah itu.
"Setelah pohon-pohon itu tumbuh akan disambung pucuk atau dilakukan dengan sambung bonggol dengan entres pohon unggul sehingga menjadi produktif," katanya.
Selain meningkatkan taraf hidup petani, kata dia, program ini juga sekaligus dapat menyelamatkan kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kritis agar tetap lestari.
"Kita ketahui bersama banyak sekali kawasan hutan di Kabupaten OKU ini yang kritis akibat perambahan liar sehingga perlu dilakukan upaya pelestarian," tegasnya.
Hendra menambah berdasarkan data, dari 70,096,51 hektare (Ha) kawasan hutan di Kabupaten OKU, 64,657,89 Ha di antaranya merupakan lahan kritis termasuk DAS akibat perambahan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Oleh sebab itu melalui pembentukan kebun entres diharapkan dapat melestarikan lahan kritis di Kabupaten OKU agar produktif sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani untuk bercocok tanam," kata Hendra.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU bentuk kebun entres
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jejak Bumi Indonesia kembangkan kebun entres di lima kabupaten di Sumsel
25 October 2022 21:10 WIB, 2022
Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU membentuk kebun entres di 10 desa
19 October 2022 22:01 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB