Wawako Palembang imbau warga waspadai cacar monyet
Jumat, 29 Juli 2022 17:27 WIB
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda (ANTARA/Yudi Abdullah/22)
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengimbau warga mewaspadai penyakit cacar monyet setelah beberapa waktu lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat kesehatan internasional penyakit tersebut.
"Meskipun di kota ini belum terdeteksi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus bernama 'monkeyfox', namun tindakan antisipasi perlu ditingkatkan," kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Jumat.
Dalam kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini dan ancaman berbagai penyakit lainnya seperti sebelumnya ada hepatitis akut dan kini cacar monyet, menurut Fitrianri, selain tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, perlu meningkatkan kewaspadaan dari ancaman penyakit tersebut dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Baca juga: Menkes Budi: Vaksin cacar efektif lindungi dari risiko cacar monyet
Untuk mendorong warga Bumi Sriwijaya ini meningkatkan PHBS, pihaknya memaksimalkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas, dan menurunkan petugas kesehatan ke kawasan permukiman penduduk guna mengedukasi warga kota.
Warga yang tersebar di 18 kecamatan dalam kota setempat harus memperhatikan indikator PHBS dan mewaspadai gejala awal seperti merasakan demam, badan meriang dan keluar bercak-bercak di tubuh.
Jika warga merasakan gejala awal tersebut harus segera memeriksakannya ke puskesmas ataupun rumah sakit terdekat agar bisa ditangani dengan cepat dan penyakitnya tidak semakin parah dan menular ke anggota keluarga dan warga sekitar.
Cairan yang keluar dari bercak-bercak tubuh warga harus dites, diambil sampelnya, jika positif terinfeksi virus cacar monyet, maka harus diisolasi dan ditangani secara medis dengan waktu dua sampai empat minggu bisa sembuh.
Melalui upaya tersebut diharapkan dapat mencegah timbulnya wabah penyakit baru dan mendukung Gerakan Indonesia Sehat serta bagian dari strategi untuk mengurangi beban negara dan warga Palembang dalam pembiayaan kesehatan, ujar Fitrianti.
Baca juga: Menkes kirim reagen cacar monyet ke BBLK Palembang
"Meskipun di kota ini belum terdeteksi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus bernama 'monkeyfox', namun tindakan antisipasi perlu ditingkatkan," kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Jumat.
Dalam kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini dan ancaman berbagai penyakit lainnya seperti sebelumnya ada hepatitis akut dan kini cacar monyet, menurut Fitrianri, selain tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, perlu meningkatkan kewaspadaan dari ancaman penyakit tersebut dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Baca juga: Menkes Budi: Vaksin cacar efektif lindungi dari risiko cacar monyet
Untuk mendorong warga Bumi Sriwijaya ini meningkatkan PHBS, pihaknya memaksimalkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas, dan menurunkan petugas kesehatan ke kawasan permukiman penduduk guna mengedukasi warga kota.
Warga yang tersebar di 18 kecamatan dalam kota setempat harus memperhatikan indikator PHBS dan mewaspadai gejala awal seperti merasakan demam, badan meriang dan keluar bercak-bercak di tubuh.
Jika warga merasakan gejala awal tersebut harus segera memeriksakannya ke puskesmas ataupun rumah sakit terdekat agar bisa ditangani dengan cepat dan penyakitnya tidak semakin parah dan menular ke anggota keluarga dan warga sekitar.
Cairan yang keluar dari bercak-bercak tubuh warga harus dites, diambil sampelnya, jika positif terinfeksi virus cacar monyet, maka harus diisolasi dan ditangani secara medis dengan waktu dua sampai empat minggu bisa sembuh.
Melalui upaya tersebut diharapkan dapat mencegah timbulnya wabah penyakit baru dan mendukung Gerakan Indonesia Sehat serta bagian dari strategi untuk mengurangi beban negara dan warga Palembang dalam pembiayaan kesehatan, ujar Fitrianti.
Baca juga: Menkes kirim reagen cacar monyet ke BBLK Palembang
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB